Waw, 48 Juta Dana Pelayanan Lenyap Di Puskesmas Tulang Bawang

Tulangbawang, medianusantaranews.com

Inspektorat tulangbawang pastikan akan melakukan pemanggilan terhadap kepala puskesmas tiuh tohou Elia Contesa terkait indikasi penyeleweng dana Pelayanan Kesehatan sebesar 48,juta.

Menurut Inspektorat pemangilan terhadap Elia Contesa sangat perlu guna diminta keterangan atau klarifikasi, kebenaran informasi dugaan penyelewengan tersebut.

“Persoalan ini menyangkut Pelanggan hukum, jika perlu saya akan bentuk tim untuk turun langsung ke puskesmas tiuh tohou, guna investigasi disana selain meminta Seluruh data-data, kami juga akan minta keterangan seluruh pegawai dari medis maupun non medis, agar diketahui lebih jelas akan kinerja elia, “ungkap Inspektur Inspektorat Pahada Hidayat, (14/03) kemarin.

Dikatakan Pahada, sebelum bertindak atau memproses lebih  jauh ,dalam waktu dekat pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pemanggilan secara resmi terhadap kepala puskesmas tiuh tohou Elia Contesa .

Pemanggilan terhadap Elia untuk dimintai keterangan, sekaligus dilengkapi dengan data-data sebagai pendukung keterangan yang nantinya diberikan oleh dirinya.

“Nantinya dalam pemeriksaan terhadap Elia Contesa ditemukan bukti kuat atau benar dia (elia red) menyelewengkan uang pelayanan kesehatan maka persoalanya akan kami laporkan dengan Bupati tulangbawang ,terserah dengan bu bupati beliau yang berhak untuk memberikan sanksi, “tegas Pahada. (14/03) kemarin.

Namun menurut Pahada, sebelum pihaknya melaporkan kepada bupati pastinya pihaknya akan terlebih dahulu menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan secara internal.

Sebab lanjut Pahada, uang pelayanan kesehatan yang berasal dari klaim BPJS kesehatan hak para seluruh tenaga medis maupun non medis yang bekerja pada puskesmas tersebut.

“Jika memang itu hak pegawai kenapa harus di ambil, parahnya diselewengkan tu tidak benar masuk kategori Korupsi artinya ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh elia, walaupun dia mengembalikan uang tersebut tetapi dia sudah melakukan pelanggaran pasti tetap akan diberikan sanksi tegas, “tandasnya.

Untuk itu Pahada menghimbau agar, seluruh pegawai puskesmas dapat bersabar dan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kapada Inspektorat.

“Yakinlah dengan kami inspektorat akan secepatnya menyelesaikan tuntutan pengembalian uang pelayanan kesehatan, karena itu hak kalian (pegawai) namun sabar masih dalam proses, yang jelas terus bekerja berikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara maksimal,”ingatnya.

Sebelumnya Kepala Puskesmas tiuh tohow kecamatan menggala Elia Contesa dituding gelapkan dana insentif jasa pelayanan tiga bulan sebesar Rp. 48,Juta rupiah yang berasal dari dana bagi hasil klaim Badan Pelayanan Jasa Kesehatan (BPJS) yang diperuntukkan bagi seluruh tenaga medis, maupun honorer.

Mirisnnya ketika dipertanyakan oleh seluruh jajaran bawahanya kepala puskesmas  Elia Contesa meminta agar Dana tersebut di Sedekahkan dengan dirinya.

Hal tersebut membuat Beberapa tenaga medis dan honorer pada puskesmas tersebut gerah dan mulai bernyanyi dan menduga kuat jika dana tersebut sengaja digelapkan oleh kepala puskesmas guna kepentingan pribadi.

Salah satu tenaga medis mengungkapkan jika selama kurun tiga bulan mulai November, Desember 2016, hingga januari 2017 dana jasa pelayanan medis dari klaim BPJS diduga diselewengkan sebab tidak dibagikan oleh kepala puskesmas.

Padahal jelasnya, Dana tersebut sudah dicairkan, oleh kepala puskesmas dengan alasan dana dipakai untuk kepentingan kantor padahal nyatanya dana tersebut dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Rata-rata perbulan klaim BPJS yang kami dapatkan berkisar pada angka minimal 32 Juta dari nilai tersebut 60%, adalah jasa pelayanan yang diperuntukkan untuk para bidan, perawat, honorer, maupun TKS, jika dikalkulasikan total anggaran selama tiga bulan tersebut mencapai 48,Juta,”ungkap tenaga medis yang meminta namanya dirahasiakan. (13/03) kemarin.

Ia menjelaskan jika pihaknya bersama dengan seluruh pegawai puskesmas  pernah beberapa kali menanyakan langsung dengan sang kepala puskesmas Bu Elia Contesa, namun jawabanya beliau meminta kepada kami semua mengikhlaskan/mensedahkan dana tersebut kepada dirinya.

“awalnya bu Elia jujur menjelaskan jika dana 48 juta tersebut masih dipakai untuk keperluan puskesmas,dan akan diganti setelah pencairan dana operasional,  namun baru-baru ini bu Elia paksa kami agar dana tersebut di ikhaskan, Aneh masa ia beliau minta Sedekah, ga bisa gitu donk itu kan hak mutlak kami bagi tenaga medis, mulai dari bidan perawat, honorer bahkan ada isentif juga untuk para TKS,”tandasnya.

Oleh sebab itu dirinya meminta agar Dinas Kesehatan segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan penyelewengan yang dilakukan oleh kepala puskesmas.

“Ini harus diselesaikan kami minta hak kami, jika kepala puskesmas Elia Contesa tidak juga mengindahkan seruan kami maka jangan salahkan kami jika kami semua akan mogok kerja, “ingatnya.

Sementara terpisah Kepala Dinas Kesehatan tulangbawang Heri Novrizal mengaku telah mengetahui adanya persoalan internal yakni tudingam indikasi pengelapan uang pelayanan kesehatan .

“Benar ada laporan seperti itu, kami sudah turunkan tim yang dikomandoi oleh sekretaris pak Patoni, jika itu benar maka akan kami sarankan agar dana 48 juta tersebut dibagikan dengan yang berhak, namun jika saran kami tidak ditangapi maka jangan salahkan kami jika urusan tersebut berbuntut panjang, karena itu bisa dikategorikan tindak pidana korupsi artinya ada pelanggaran hukum, “ingatnya.

Sementara sampai berita ini diturunkan kepala Puskesmas tiuh tohou kecamatan menggala Elia Contesa tidak bisa dihubunggi bahkan beberapa kali disambangi ditempat kerja namun tetap nihil.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *