Wah, Ratusan siswa-siswi SMK 75-1 Purwokerto Serbu Makorem 071/Wk

Purwokerto, medianusantaranews.com

Ratusan siswa-siswi dari SMK 75-1 Purwokerto menyerbu Makorem 071/Wk, Kamis (10/5/2018)). Serbuan para siswa-siswi SMK 75-1 tersebut bukan pertama kalinya dan bukan hal biasa yang terjadi, mereka telah berulang kali menyerbu Makorem 071/Wk pada tahun-tahun sebelumnya, baik SMK 75-1 maupun SMK 75-2.

Serbuan para siswa-siswi kali ini dalam rangka pendidikan bela negara dan kepramukaan bagi siswa-siswi SMK 75-1 Purwokerto. Mereka akan di didik untuk membentuk pribadi-pribadi yang nasionalis dan patriotis, cinta tanah air, bangsa dan negaranya serta disiplin.

Selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (10-12 Mei 2018), 256 siswa-siswi (putra 246 orang dan putri 9 orang) akan menjalani pengetahuan tentang bela negara dan wawasan kebangsaan serta kepramukaan. Selain hal itu, mereka juga melaksanakan berbagai pengetahuan lainnya tentang materi dasar kedisiplinan, keterampilan peraturan baris-berbaris, tata upacara sekolah, kepemimpinan, tata krama dan pengetahuan kepramukaan serta materi pembinaan mental berupa nilai-nilai kejuangan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan out bond berupa rayapan tali satu, jembatan tali dua dan jaring pendarat.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M., M.Tr (Hn) dalam sambutannya yang disampaikan Kasiterrem 071/Wk Letkol Inf Sapto Broto pada Upacara Pembukaan Pendidikan Bela Negara dan Kepramukaan bagi siswa-siswi SMK 75-1 Purwokerto, bahwa pendidikan bela negara seperti ini, bukan dimaksudkan sebagai bentuk militerisasi di kalangan sekolah namun semata-mata merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman terhadap bela negara, kepada seluruh warga negara termasuk para pelajar sebagaimana yang di amanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 bahwa bela negara adalah merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara.

“Perubahan lingkungan akibat kemajuan informasi dan teknologi telah berdampak luas terhadap dinamika kehidupan, baik yang berdimensi positif maupun negatif. Para pelajar sebagai bagian dari generasi muda pewaris bangsa dinilai sangat rentan terhadap imbas negatif dari era globalisasi sehinga diperlukan suatu upaya untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan kecintaan terhadap tanah air yang dapat menjadi daya tangkal yang efektif”, terangnya.

Berkaitan dengan itu, lanjutnya.Upaya yang kongkrit untuk menumbuhkembangkan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan perlu terus dikembangkan dalam berbagai lingkungan kehidupan masyarakat maupun di lingkungansekolah. Dengan demikian hak dan kewajiban bela negara serta tetap terjaminnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat senantiasa terwujud.

Selaku Komandan Korem 071/Wk dan pribadi saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Kepala Sekolah, para guru dan seluruh siswa-siswi SMK Tujuh Lima-1 Purwokerto yang saat ini akan melaksanakan kegiatan Pendidikan Bela Negara dan Kepramukaan di Korem 071/Wk. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian dan loyalitas para pembina dan para siswa masih sangat konsen terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

“Dengan menyadari tanggung jawab tersebut, maka sangatlah sejalan apabila para siswa sebagai generasi muda pewaris negara diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar, berupa pemahaman tentang pentingnya Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Nasional dan Kesadaran Bela Negara”, sambungya.

Disamping materi tersebut, para peserta juga perlu diberikan materi dasar kedisiplinan, keterampilan peraturan baris-berbaris, tata upacara sekolah, kepemimpinan, tata krama dan pengetahuan kepramukaan serta materi pembinaan mental berupa nilai-nilai kejuangan, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta materi out bond. Materi tersebut diharapkan akan dapat membentuk karakter para siswa-siswi tidak hanya unggul di bidang ilmu pengetahuan tetapi diharapkan mempunyai jiwa yang santun dalam bertingkah laku dan bersikap mencintai pula tanah air sebagai tempat hidupnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *