Direhab, Wali Murid PAUD SPNFN Ngadu Kepresiden

Banyuasin,medianusantaranews.com-Kabar Gedung Sekolah Pendidikan Non Formal Negeri (SPNFN) tempat 17 Siswa PAUD untuk proses belajar yang berlokasi komplek Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pemkab Banyuasin Sumatera Selatan ini bakal direhab membuat para murid resah dan keresahannya itu akhirnya melayangkan surat pengaduannya ke Presiden Joko Widodo, terang Fikri Abrori kepada wartawan (27/08/2018).

Fikri menambahkan, selain melayangkan aduanya ke Presiden juga ke Gubernur Sumsel, termasuk ke Bupati dan DPRD Banyuasin yang bertujuan untuk meminta kejelasan, sebab gedung yang dipakai kegiatan belajar mengajar siswa PAUD SPNFN dikawasan SKB itu kondisinya masih bagus dan baik serta masih sangat layak untuk belajar anak-anaknya.

Masih kata Fikri, yang membuat keresahan para wali murid PAUD SPNFN masalahnya sudah sering didatangi Sat Pol PP meminta agar gedung tempat belajar anaknya itu supaya dikosongkan dan gedung itu akan direhab tanpa ada solusi. Jadi anak-anak ini mau terus belajar apa sekolahnya dibubarkan, tanyanya.

Keresahan yang lain kata Fikri, selain tidak ada guru pengajar kecuali hanya Pak Agus sekaligus sebagai Kepala Sekolah, tetapi baru-baru ini dibantu oleh istrinya sebagai pengajar dan yang lebih memperhatikan lagi sarana pasilitas tempat belajar siswa PAUD SPNFN secara lesehan, karena tidak ada meja dan bangku.

Yang sebaiknya lanjut Fikri, dari pada untuk merehab gedungnya lebih baik untuk pengadaan meja dan kursi tempat belajar siswa, bukan belajar lesehan semacam itu, ini kan PAUD Negeri.

Dijelaskan Fikri, dikawasan SBK itu ada dua gedung PAUD yakni gedung PAUD Mangga namanya tetapi tidak ada muridnya sama sekali, sedangkan gedung yang lain namanya PAUD SPNFN yang ada muridnya sebanyak 17 siswa. Itu lah yang bikin kamu sebagai wali murid PAUD SPNFN dikawasan SKB menjadi bingung dan resah, tutupnya.

Kadisdik Pemkab Banyuasin M Yusuf yang berhasil diminta konfirmasinya mengatakan bahwa Gedung PAUD yang ada di SKB adalah binaan SKB Kabupaten Banyuasin dan Gedung tersebut akan direhab melalui dana APBN.

Makanya kami berupaya kiranya pegawai SKB yang numpang tinggal di gedung PAUD tersebut untuk pindah rumah, karena gedung PAUD tetap akan direhab.

Sedangkan kata Yusuf, anak anak PAUD yang sedang belajar di gesung tersebut akan kami pindahkan tempat belajarnya di salah satu ruangan SKB yang ada.

Masih kata Yusuf, sampai saat ini kami belum dapat membuat laporan akan kemajuan pembangunan rehab gesung PAUD ke Kementrian, sedangkan dana rehab tersebut sudah turun, pungkasnya.(waluyo)