BBM di Sumatera Selatan Terjadi Kelangkaan

Palembang, medianusantaranews.com– Dalam dua bulan terakhir ini Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi kelangkaan di stiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hampir di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Pantauan media ini kelangkaan itu mulai terlihat dari SPBU di Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Hingga SPBU Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sering didapati papan nama terpajang dengan bertuliskan BBM Solar Habis, premium sedang dalam perjalanan.

Mungkin ini yang terjadi masalah kelangkaan BBM di Sumatera Selatan akhir-akhir ini seperti dalam pepatah ” Tikus Mati Dalam Gudang Padi” tak ubahnya konon Sumatera Selatan sebagai lumbung Migas, buktinya saat sekarang terjadi kelangkaan Minyak dan Gas disetiap SPBU dan Pangkalan maupun eceran.

Dari pantauan media ini dampak kelangkaan BBM tersebut membuat antrean panjang berbagai jenis kendaraan baik angkutan barang maupun penumpang termasuk kendaraan jenis kendaraan pribadi di setiap SPBU dan antrian kendaraan sering terjadi mengular hingga diruas jalan negara. Terlihat ada pengemudi yang rela mengatri hingga pasokan BBM datang dari Pertamina. Bahkan ada pengemudi yang rela bermalam.

“Stok BBM solar di tangki mobil menipis sehingga untuk mencari di tempat lain kwatir tidak sampai tujuan dan kwatirnya lagi di SPBU lain belum tentu ada juga” kata Ridwan (36) disela-sela mengantri Selasa (05/11/18) dini hari.

Riduan menambahkan, ketimbang harus mogok di jalan, mendingan kami memilih menunggu antrian di SPBU ini sampai BBM itu datang. Kelangkaan BBM jenis Solar dan Primium di wilayah Sumatera Selatan sudah terasa sejak tiga tahun ini, tapi kalau dijalan Lintas Provinsi untuk di Muba dan lainya sudah dua bulan terakhir. Kalau pun ada stoknya terbatas. Maka dari itu, disaat stok BBM jenis solar di SPBU tersedia, saya lebih memilih mengisi full, katanya.

Salah satu petugas SPBU di Banyuasin yang tidak mau disebutkan namanya ini menjelaskan, terjadi kelangkaan BBM jenis Solar diduga disebabkan stok yang terbatas. Biasanya di SPBU ini dikirim 16 ton Solar. Namun sejak dua bulan terakhir Solar hanya dikirim 8 ton termasuk Premium.

” Kalau maunya kami dari 16 ton itu justru ditambah bukan malah berkurang, bukan kami tidak ada uang kami siap dananya, mungkin dari Pertamina yang mengurangi stok BBM dan itu sepertinya di Sumatera Selatan merata dan wajar kalau para pengemudi termasuk masyarakat sekarang mengeluh”, tutupnya seraya berpesan jangan sampai namanya ada dalam pemberitaan.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *