Dipanggil Bawaslu,Sumani Sebut Beras Sosial Dibagikan Istri Bersamaan Dengan Sticker dan Kalender Caleg PDIP

MedianusantaraNews.com, Tulang Bawang Barat, Lampung-Sumani ketua Rukun Tetangga(RT) 16 Dusun 03 Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum(Bawaslu) kabupaten setempat.

Sumani didampingi Yani kepala Tiyuh(Desa) Tunas Jaya, mendatangi kantor Bawaslu tersebut untuk memberikan keterangan terkait adanya pelanggaran Pemilihan Umum(Pemilu) tahun 2019 dengan adanya pembagian sembako berupa beras, yang diduga dilakukan oleh terlapor Rubiono, salah satu Calon Legislatif(Caleg), Dari Partai PDI-P Daerah Pilihan(Dapil)lll kecamatan Gunung Agung dan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Dari keterangannya, Sumani menyebutkan Beras yang dibagikan kepada warga merupakan beras sosial, namun pada saat pembagian beras tersebut dirinya tidak mengetahui bahwa Istrinya Sutarti membagikan beras sosial itu bersamaan dengan Sticker dan kalender caleg yakni Rubiono dari Partai PDI-P yang menjadi terlapor.

“Beras Sosial untuk warga bukan dari caleg itu mas, cuma pas ngasihkan beras sosial itu, dirumah banyak lbu-ibu, jadi istri saya ngebagiin sticker dan kalender itu juga. Saya gak tau karena posisi waktu ngebagiinnya saya diladang di HTI. Memang gak boleh sama saya dibagiin bahkan Sticker dan kalender sudah saya tinggalin diruang tempat sholat biar gak dibagiin,” kata Sumani saat dikonfirmasi MedianusantaraNews.Com seusai memberikan keterangan serta klarifikasi dengan Bawaslu kabupaten setempat, Kamis(8/11).

Sementara, Midian, S.Sos Ketua Badan Pengawas Pemilahan Umum(Bawaslu) Kabupaten Tulangbawang Barat mengatakan, hari ini pihaknya Bawaslu dan Tim Gakumdu melakukan pemanggilan terhadap terlapor dan saksi untuk mendengarkan keterangan dan klarifikasi atas Isu pelanggaran pemilu tahun 2019, yang diduga dilakukan terlapor Rubiono caleg dari partai PDI-P dapil lll.

Pihaknya(Bawaslu dan Tim Gakumdu) sebelumnya telah memanggil pelapor Ari Gunawan Tantaka dan dua saksi pelapor kemarin pada hari Rabu(7/11).

“Sudah kita lakukan langkah dari awal hingga hari ini. Kemarin pelapor dan kedua saksinya sudah di hadirkan, namun Ahmad Ainul puad saksi pelapor tidak bersedia menjadi saksi, sedangkan stepanus menjadi saksi tambahan pelapor,” ucap Midian didampingi Tim Gakumdu, unsur Kepolisian dan Kejaksaan.

Proses memanggilan pun berlanjut, dengan meminta keterangan Rubiono terlapor dan saksi serta saksi tambahan terlapor.

“Terlapor sudah memberikan keterangan dia mengatakan beras tersebut bukan dari dirinya yang memberikan. Dan Sumani Pak RT saksi terlapor sudah klarifikasi, menurut keterangan Sumani beras yang di isukan beras milik caleg PDI-P yang menjadi terlapor itu, merupakan beras sosial bukan milik terlapor, namun beras sosial yang diberikan lstrinya ke warga berbarengan dengan Sticker dan kalender terlapor. Kita juga minta keterangan kepala Tiyuh(Desa) yang menjadi saksi tambahan dari terlapor,” jelasnya.

Midian menambahkan, setelah pemanggilan pertama diabaikan oleh kesaksian Ainul beserta istrinya Nirmala Sari, maka Bawaslu akan melakukan pemanggilan kedua terhadap keduanya.

Saat ini pihaknya, masih melakukan pendalaman terkait permasalahan tersebut dengan mengambil langkah-langkah kedepannya.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemanggilan kedua terhadap saksi yang diajukan pelapor. Bahkan kami akan datang ke Gunung Agung di kediaman saksi pelapor apabila pemanggilan kedua diabaiakan mereka,” tegasnya.(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *