WARGA KABUPATEN PALI  JANGAN TERLENA, TERUS AWASI PELAKSANAAN PROYEK BAIK FISIK MAUPUN NON FISIK

Penukal.Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan adalah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru berumur 5 tahun.

Sebagai Kabupaten baru tentulah banyak pelaksanaan pembangunan baik itu pekerjaan fisik maupun non fisik. Sumber dananya pun bermacam macam bisa dari ABPD Kabupaten PALI, bisa dari APBD Provinsi Sumsel, bisa dari Pusat, bahkan ada dana proyek dari meminjam.

Tujuan dari semua itu tentulah untuk menjadikan Kabupaten PALI cepat maju, bisa mengejar daerah lain, yang pada akhirnya terciptanya masyarakat Kabupaten PALI yang sejatera dan makmur.

Kabupaten PALI pada tahun 2018 sudah memiliki nilai APBD berkisaran Rp 1, 7 Triliun, sunggu nilai yang sangat besar dan luar biasa untuk sebuah Kabupaten baru. Dan jangan dilupakan bahwa ini adalah berkat perjuangan dari kepemimpinan Bupati Kabupaten PALI, Ir H Heri Amalindo MM.

Dari Dana APBD tersebut, belum termasuk dana yang masuk melalui APBD Provinsi Sumsel, APBN, maupun dana pinjaman, batapa luar biasanya dana yang dikucurkan untuk mempercepat kemajuan Kabupaten PALI, dan ada optimis sangat besar kalau dalam waktu yang tidak lama, Kabupaten PALI akan mengejar , sejajar bahkan akan meninggalkan daerah daerah lain terutama di Provinsi Sunatera Selatan.

Namun ada yang perlu menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten PALI, bahwa yang menjadi pelaksana pembangunan proyek di Kabupaten PALI bukanlah semerta merta orang Kabupaten PALI  atau orang yang tinggal di wilayah Kabupaten PALI, yang bisa ikut merasa memiliki dan merasa terbeban moral untuk menjaga kwalitas proyek. Banyak pelaksana proyek yang datang dari luar Kabupaten PALI.

Sukur kalau kontraktor yang datang atau yang memang asli PALI tersebut bisa konsekwen melaksanakan proyek sesuai petunjuk, tapi kalau kontraktor nakal; yang bekerja semaunya tanpa takut takut tidak dibayar, maka imbasnya adalah kerugian besar bagi masyarakat di Kabupaten PALI.

Dalam hal ini, sebagai masyarakat Kabupaten PALI dari segala elemen, yang menikmati langsung hasil pembangunan di Kabupaten PALI, yang merasakan langsung perkembangannya, harus baginya ikut mengawasi dan mengkritisi setiap jengkal pelaksanaan pembangunan di Kabupaten PALI yang menggunakan uang rakyat.

Masyarakat Kabupaten PALI jangan terlena, karena uang rakyat yang digunakan untuk membangun Kabupaten PALI sangatlah besar. Masyarakat Kabupaten PALI harus merasa memiliki dan ikut bertanggang jawab.

Misalnya saja pada tahun anggaran 2018 ini, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan ada melaksanakan dua paket proyek jalan yang dananya meminjam  yakni Peningkatan jalan Talang Akar Betung (SMI) senilai Rp 115 Miliar dan Peningkatan Jalan Handayani, Talang Anding, Sumberjo Rp 60 Miliar (SMI).

Untuk dua paket ini totalnya Rp 175 Miliar, jumlah yang sangat besar melebihi dari total jumlah Dana Desa yang diterima desa desa diKabupaten PALI yang hanya sekitar Rp 65 Miliar, melebihi dari dana ADD kabupaten PALI yang hanya berkisar Rp 85 Miliar.

Masyarakat Kabupaten PALI harus tahu dimana lokasi dan titik pelaksanaan proyek Peningkatan jalan Talang Akar Betung (SMI) senilai Rp 115 Miliar dan Peningkatan Jalan Handayani, Talang Anding, Sumberjo Rp 60 Miliar (SMI) ini. Jangan sampai ada kebocoran karena ada indikasi tumpang tindih atau pekerjaannya tidak sesuai aturan.Belum lagi proyek proyek lain yang nilainya beragam.

Dikabupaten PALI sangat gencar melaksanakan proyek fisik seperti proyek jalan, jembatan, normalisasi sungai, drainase dan jalan setapak, Juga banyak juga anggaran non fisik. Ini tugas masyarakat PALI untuk mengawasinya,. Jangan lengah apalagi terlena. Tidak perlu pintar untuk bisa, yang utama itu adalah kemauan ( Ab)

Penulis : Aben CN / Nuramsu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *