Diduga Pt. Mayora Group Alirkan Pembuangan Limbah Berbahaya Malam Hari

Banyuasin,medianusantaranews.com- Kembali diketemukan pembuangan limbah cair berwarna hitam dan berbahaya diduga kuat dari usaha Pt. Mayora Group beroperasi diwilayah Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini yang pembuangan limbahnya dialirkan melalui saluran pembuangan limbah yang dilakukan pada malam hari.

Dari hasil wawancara wartawan media ini dengan warga disekitar lokasi sekaligus sebagai korban terdampak dari limbah itu beberapa waktu yang lalu menemukan saluran pembuangan limbah yang mengalir dari saluran pembuangan milik Pt. Mayora yang mengalir hingga di belakang sakuran isi ulang air milik Pt. Indomi.

Data yang ditemukan dari aliran itu mengalir deras dari got pembuangan Pt. Mayora saat ditemukan pada malam hari, karena saat di lapangan kami menemukan lendir-lendir yang tersangkut dalam rumput kotoran lendir itu berwarna coklat kehitaman.

Yang menjijikan lagi dari aliran anak Sungai Gasing selama ini kami gunakan mandi dan mencuci itu sekarang banyak dikemukan cacing berwarna merah semenjak limbah itu dialirkan melalui aliran anak sungai Gasing, ucap Paijo warga setempat.

Paijo menambahkan, dulu sebelum berdirinya Pt. Mayora, saya dan keluarga termasuk warga yang berdumisili disepanjang aliran anak Sungai Gasing ini airnya untuk mandi dan mencuci. Karena sekarang banyak cacing merah di aliran anak sungai ini, maka saya ngeri dan takut, sebab sekarang airnya berbau dan gatal rasanya di kulit.

Jika dulu dialiran anak sungai ini terlihat banyak ikanya dan sering dipancing oleh warga untuk dikonsumsi, tetapi semenjak dialiri limbah itu nggak ada kagi pak, terutama jenis ikan Sepat dan ikan Palau, padahal dulu pak saya sering cari ikan di sini pakai jaring, tapi sekarang airya gatal dan berlendir dan ikanya banyak mati.

Masih kata Paijo, bahkan air sumur saya pun kena dampaknya juga, maka saya jadi bingung untuk mendapatkan air bersih dan tidak mungkin kami sekeluarga untuk keperluan mandi dan mencuci menggunakan air isi ulang, sementara dari pihak perusahaan dari Pt. Mayora group tidak ada peduli dengan warga sekaligus sebagai warga penyangga dari perusahaan itu dan anehnya lagi kok bisa berdiri perusahaan induatri diwilayah padat pemukiman warga.

Saya berharap kepada pemerintah setempat baik dari kelurahan, kecamatan termasuk Pemkab dan DPRD Kabupaten Banyuasin memperhatikan nasib kehidupan kami yang air sungai dan air sumur tercemar limbah cair semenjak beroperasinya Pt. Mayora Group diaekitar permukiman kami.

Terkait masalah itu kata dia, ada datang dari Polisi yang katanya dari Polres Banyuasin dan menanyakan masalah limbah dan saya benarkan kalau ada kabar sekelompok dari Mahasiswa mau demo, kalau ini terjadi saya myasarakat siap untuk membantunya dan kami menuntut bila perlu perusahaan itu harus pindah lokasinya, karena di wilayah ini tidak tempat untuk industri, kan tempat lain yang lebih bagus atau diarah di Tanjung Api-Api masih banyak lokasinya, sambung Himbaya warga yang lainya dengan kesal.

Lurah Sukomoro yang dikomentarnya di Rumah Dinas Bupati beberapa waktu yang lalu, Kemas Dohriman mengatakan memang benar ada pengaduan warganya, namun masalah limbah itu perlu pembuktian melalui laboratorium dan perlu waktu lama untuk mengetahui kebenaran sumur warganya itu tercemar limbah dari Pt. Mayora atau bukan, katanya.

Sementara saat diminta konfirmasinya via whats up langsung Humas Pt. Mayora Group, Syarkowi, SH menjelaskan menurut hasil utility, itu bukan limbah Pak, itu dari wwtp..kalu buih itu bukan dari kita, analisa air masuk baku mutu Pak, Terimakasih sudah konfirmasi ke kita Pak, jawabnya.(mitro/wal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *