Proyek Lapen DPUPR Tubaba Di Tiyuh Sumber Rejo Diduga Asal Jadi

Medianusantaranews.com, Tulang Bawang Barat, Lampung-Proyek Peningkatan jalan lapen yang dikucurkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(DPUPR), Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung diduga Asal jadi. Pasalnya, pekerjaan peningakatan jalan lapen yang baru digelar dikeluhkan kualitas pengerjaannya oleh warga Tiyuh(Desa) Sumber Rejo, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten setempat.
Hal tersebut setelah warga melihat hasil pekerjaannya belum seumur jagung bahkan belum finish ada yang sudah rusak atau batunya sudah tabur.

Dikatakan Erwan Susanto, bahwa benar banyak kejanggalan dalam pengerjaan peningkatan jalan lapen tersebut. Menurutnya, kejanggalan-kejanggalan itu muncul dari hasil pengerjaan tersebut yang diduga Asal-asalan. Mengapa tidak baru saja digelar dan belum hilangnya hangat taburan aspal pekerjaan itu sudah ada yang rusak.

“Memang ada sih warga yang ngelapor dalam pemasangan batu itu gak sesuai. Batu Bes ukuran 35 Jadi kok jarang-jarang, itu kata warga yang menyampaikan,” kata Erwan yang juga merupakan kepala Tiyuh Sumber Rejo mewakili warga setempat, saat dikonfirmasi melalui Via Celulernya, Pada Jum’at, (7/12/2018).

Tidak hanya itu, saat Ia meminta agar kualitas pekerjaan itu bisa diperbaiki sehingga mampu bertahan lama, kontraktor atau pemilik perusahaan tersebut seakan-akan tidak mengindahkan harapan mereka.

“Sempat saya sampaikan karena ada warga yang ngomong, kan ada jalan yang seharusnya diberikan batu besar yang buat Onderlagh itu Lo, karena ada titik yang harus dikasih batu itu, karena tanahnya labil, itu hanya sedikit, tapi gak tau di pasang apa gak sama rekanan karena sudah ditutup koral, sudah sering saya omongin beberapa kali agar kualitasnya dibagusin, warga laporan itu kok nabur aspalnya gitu(dikit-dikit) masak iya panjang 1200 meter cuma menghabiskan sekitar 28 drum aspal saja kata warga yang mengontrol,” ujarnya.

“Pekerja ini memang asli orang kita tapi mereka juga takut karena pekerja itu ikut bos, saya sudah ngomong sama konsultan ada titik yang rawan ambles tapi saya belum tanya warga apakah dipasang apa belum batu besar itu, saya sudah otot-ototan sama mereka, sudah saya komfirmasi sama Herman selaku pekerja tapi gak tau, bahkan saya tanya sama Herman Prosedur pemasangan batu sabes yang di dasar itu bagaimana, dia jawab sudah menaburkan sabes ukuran 35 baru penyiraman aspal, tapi saya lihat nyatanya gak seperti itu. Biasanya kalau ada pekerjaan dari dinas itu seumpama kepalo yang ngomong ya di indahkan tapi ini labas aja gak mengindahkan,” sesalnya.

Dilokasi pekerjaan peningakatan jalan lapen saat dikonfirmasi, Peri selaku pekerja yang diketahui anak Herman pengawas pekerjaan tersebut berdalih seakan-akan pekerjaan tersebut sudah benar.

“Saya cuma kerja, ini pengawasnya Herman bapak saya, kontraktornya Tarmidi. Kalau prosedur dari pemasangan batu yah seperti inilah mas ikut aja perintah,” ucapnya peri.

Saat ditanya Prosedur atau sistem dalam pemasangan batu untuk peningkatan jalan lapen tersebut Ia pun menjelaskan susunan dalam pemasangannya. “Diatas batu Onderlagh ditaburkan batu sabes ukuran 3,5, lalu diatasnya ditaburi aspal, terus pemasangan batu sabes ukuran 2,3 dan sabes 1,2, sudah itu di Wales diatasnya Aspal lagi baru ditaburi abu batu,” jelasnya.

Namun disayangkan dari pernyataan peri tidak sesuai dengan hasil dilapangan, dari pantauan Medianusantaranews.com dari hasil Lapisan-lapisan digelarnya batu sabes diduga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pekerja tersebut. hal itu terlihat saat media ini minta untuk kroscek lapisan sabes kepada peri(pekerja), ternyata batu sabes ukuran besar sampai kecil rata dan tidak nampak lapisan, diduga lapisan-lapisan tersebut tidak memenuhi sistem atau standar dalam pemasangan peningkatan jalan lapen.

Diketahui, Proyek Peningakatan jalan lapen tersebut dikerjakan oleh perusahan dengan CV.Reget Pasundan Lampung dengan No Kontrak:600/P-44/Kontrak/PU/Tubaba/XI/2018 dengan Nilai Kontrak Sebesar Rp.687.962.000.

Penulis: Reki Sanjaya




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *