Emi Sumirta : Mahasiswa Punya Andil Memajukan Bangsa

Emi Sumirta menerima piagam penghargaan sebagai pemateri latihan dasar beroganisasi mahasiswa

PALEMBANG,medianusantaranews.com- Sebanyak 76 pemuda-pemudi Banyuasin yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) menggelar pelatihan dasar berorganisasi. Kegiatan dilaksanakan di Wisma Maharani Jalan Tengku Umar Kecamatan Bukit Kecil Palembang Sumatera Selatan.

Ketua Umum HIMBA, Panji Gribaldy menyampaikan, ini merupakan upaya agar dapat kembali mengangkat harkat dan marwah mahasiswa ditengah era yang semakin maju saat ini.

“Latihan dasar organisasi Himpunan Mahasiswa Banyuasin, kami kali ini bertema menjalin silaturahmi, berkarakter, berkebangsaan, serta sadar fungsi mahasiswa yang berpotensi membangun daerah di era milenial, disini kami sebagai kaum intelektual, kami sebagai mahasiswa merasa penting dan bertanggung jawab untuk turut andil dalam meneruskan kemajuan bangsa, yang setidaknya kami mulai dari Kabupaten Banyuasin. Oleh karenanya kami menggelar silaturahmi kegiatan ini, “kata Panji.

Sementara itu, tokoh pemuda Kabupaten Banyuasin, Emi Sumirta, yang saat ini duduk di Dewan Perwakilan Rakyat mengapresiasi gerakan Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) yang getol melakukan silatirahmi dan diskusi bersama kalangan mahasiswa dan pemuda-pemudi asal Bumi Sedulang Setudung.

Emi Sumirta menyampaikan, mahasiswa sangat memiliki peran penting dan turut andil memajukan bangsa dan negara, para pemudalah kedepannya yang bertugas menyambut tongkat estafet laju pemerintahan di Republik ini.

Sebagai mahasiswa setidaknya terdapat peran yang melekat dalam usaha pembangunan bangsa ini. Untuk itu mahasiswa berperan sebagai intelektual akademisi. Ini merupakan tugas pokok seorang mahasiswa. Seorang intelektual akademisi hendaknya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, namun juga memiliki kecerdasan spiritual. Seperti kita ketahui, bangsa ini banyak memiliki orang-orang pintar, namun sedikit memiliki orang-orang yang bermoral. Akibatnya banyak sekali kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini. Ini disebabkan karena segala sesuatu tidak diseimbangkan antara pikiran logika rasional dan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu mahasiswa berperan sebagai pencetus perubahan (creator of change). Mahasiswa intelektual akan menjadi aktor yang akan merubah keadaan bangsa ini ke depan. Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa pada masa yang akan datang. Semua itu bermula dari diri kita pribadi. Siapkah kita menjadi creator of change bagi kemajuan bangsa ini?. Tentu tidaklah mudah menjadi creator of change di tengah gejolak multidimensi seperti sekarang ini. Tapi ini merupakan suatu keharusan dan tugas mutlak dari seorang mahasiswa.

Bahkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan (Iron Stock). Waktu terus menerus bergulir. Tak akan ada yang mampu menghentikannya. Regenerasi para pemimpin-pemimpin bangsa menjadi suatu keniscayaan. Begitu pula dengan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Bangsa ini membutuhkan regenerasi baru. Mengganti para generasi terdahulu dengan generasi baru. Mahasiswa disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mahasiswa harus siap dengan segala tuntutan untuk mengemban amanah menjadi pemimpin masa depan.

Akhirnya mahasiswa berperan sebagai Social Control. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya berperan untuk menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat. Mahasiswa mampu menyumbangkan gagasan-gagasan kretifnya untuk merubah keadaan bangsa menuju kondisi ideal yang dicita-citakan. Terang Emi Sumirta usai mengikuti silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Banyuasin yang diikuti sekitar 76 Mahasiswa asala bumi sedulang setudung, di Wisma Maharani Jalan Tengku Umar Kecamatan Bukit Kecil Palembang, (08/12) malam.

“Di Kabupaten Banyuasin, saya sangat mengharapkan HIMBA yang merupakan himpunan mahasiswa Banyuasin artinya kumpulan anak muda yang intelek seyogyanya mampu ikut berkontribusi dan mengambil bagian dalam proses pembangunan di Bumi Sedulang Setudung dengan tanpa meninggalkan jatidiri seorang mahasiswa yang berjiwa kritis, “kata Emi yang juga ketua Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Banyuasin ini seraya menambahkan agar di Banyuasin tidak terulang ada OTT.

“Saya berharap pemerintah banyuasin untuk mensuport dan mendukung HIMBA, saya sangat prihatin ketika mendengar keluhan dari pengurus dan panitia karena tidak ada satupun perwakilan dari Pemerintah Banyuasin terlibat dalam acara ini bahkan mereka berharap acara ini dibuka resmi oleh Pemerintah Banyuasin dansemoga di tahun-tahun berikutnya tidak terulang lagi, “tutup Emi.(mitro)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *