Palembang-Betung Macet, Pingin Cepat “Maburo”

Banyuasin,medianusantaranews.com- Sudah saya prediksi 5 tahun yang lalu, bahwa ruas jalintimsum Palembang-Betung akan menjadi Delema kemacetan seperti yang dialami di ibukota Jakarta, ini 5 tahun saya berbincang dengan wartawan waktu itu sekarang terbukti, ucap Bandrun (32) saat bertemu dengan media ini saat terjebak macet di Simpang 3 Betung (14/1/3019).

Pengusaha otomotif dan perbengkelan ini mengaku heran, kemacetan sudah bertahun-tahun terjadi, tetapi belum ada solusi untuk mengatasi. Bukan hanya warga biasa yang menjadi korban kemacetan, namun banyak pejabat eksekutif dan legislatif baik dari daerah maupun dari pusat yang melintas diruas jalintimsum ini ikut terjebak, tapi mengapa tidak solusinya, cuma kalau pingin cepat sampai tujuanya ” MABURO”, sambungnya lagi.

Masih menurutnya, sekarang kalau perjalanan dari Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin tujuan kota Palembang tidak bisa lagi ditentukan dengan waktu karena mulai dari Betung-Palembang yang hanya butuh waktu 2 jam naik mobil tahun 2010 lalu, sekarang biso 5 jam lebih.

Titik kemacetan biasa terjadi di Simpang tiga Betung dan diwilayah Kecamatan Talang Kelapa dan penyebabnya selain volume kendaraan semakin padat, ditambah ruas jalintimsum Palembang-Betung sudah kembali banyak yang rusak berlubang dan terparah lagi setelah ada galian Pipa Gas yang lokasinya mepet dibagi jalan aspal, bila datang hujan tak dapat dihindari macet.

Kalau belanja barang ke Palembang saya sering menggunakan R2, selain lebih cepat jalanya bisa bebas dari ancaman macet, hanya beresiko dan boleh barang belanjanya tidak bisa bawa banyak, katanya kembali mengucap “mabur” (terbang) saja kalau pingin sampai.

Andaikata program jalan tol “Kapal Betung” (Kayuagung-Palembang-betung) tidak selesai tahun 2020, arus kendaraan Palembang-Betung bisa macet terkunci, sebab volume kendaraan bertambah padat, karena tidak ada jalan alternatif ditambah jalan tol Palindra (Palembang-Indralaya) sudah dapat dioperasionalkan.

Hanya berharap pihak terkait dapat menjalankan tugasnya lebih proporsional dan bagi pengemudi supaya tidak saling mendahului, kepada pemerintah dan wakil rakyat jangan berbohonglah supaya ada solusi kemacetan arus kendaraan diruas jalintimsum Palembang-Betung bisa terurai, karena dampak dari masalah itu usaha kecil seperti dirinya bisa mati terhimpit, tutupnya sembari mulai aktivitasnya.(nain)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *