Rp7,7 T APBD 2019 Harus Jadi Legacy Ridho-Bachtiar Yang Tuntas

BANDARLAMPUNG,MEDIANUSANTARANEWS.COM – Ketua Badan Pekerja Centre for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) Muzzamil angkat bicara terkait sebulan realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Rp7,7 triliun.

Menurut dia, besaran anggaran yang merupakan angka puncak pengujung tahun era pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2014-2019 M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri itu, mesti jadi legacy politik kepemimpinan keduanya yang tuntas.

“Setuntas-tuntasnya. Yang saya maksud, Ridho-Bachtiar mesti ‘pelototi’ alur capaiannya di sisa 4 bulan masa jabatannya hingga 2 Juni nanti, juga memastikan bahwa transisi politik termasuk soal urusan penganggaran dalam proses penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan daerah berjalan baik,” kata Muzzamil, dalam keterangan pers, di Bandarlampung, Selasa (29/1/2019).

Muzzamil mengimbukan, pihaknya berprasangka baik, jika sudah barang tentu ada koordinasi antara Gubernur Ridho dan Wagub Bachtiar dengan pihak gubernur-wakil gubernur terpilih, Arinal Junaidi – Chusnunia Chalim.

Dia memaparkan, rakyat Lampung lima tahun ini beroleh berkah pembangunan nasional luar biasa dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, dengan banyaknya realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) RPJMN 2015-2019 seperti Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Pematangpanggang, modernisasi dan percepatan kenaikan status Bandara Internasional Raden Intan II, modernisasi Pelabuhan Internasional Panjang dan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus, Bendungan Way Sekampung dan Margatiga, percepatan Pangkalan TNI-AL Teluk Ratai Pesawaran, Program Sejuta Rumah, dan lain sebagainya.

“Itu satu sisi. Sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga keras sekali meng-endorsement niat baik dan dorongan kuat negara, dengan mengimbanginya dengan apa? Prestasi geostrategi Lampung, relatif bisa dihela kapitalisasi ekonomi-politiknya oleh duet Ridho-Bachtiar ini.”

Dia memisalkan, upaya kreatif Ridho-Bachtiar disambut dukungan afirmatif Presiden Jokowi soal percepatan naik status Bandara Raden Intan.

“Dapat dibayangkan, seperti Pak Gub (Ridho, Red) pernah bilang, sukses Bandara Raden Intan II jadi berstatus internasional itu bisa membuka akses 60 persen potensi pariwisata Lampung yang disebut Pak Arief (Menteri Pariwisata Arief Yahya, Red) yang belum tergali. Belum lagi e-Samsat yang tutup poin Rp6 milyar perhari. Ini apa? Legacy bukan? Nikmat mana lagi? Tuntaskan Pak Gub,” tegas dia, yang juga relawan Bravo-5 Lampung.

“Jangan kasih kendor. Sekali lagi, jika ingin disebut legacy, jadikan ini legacy yang tuntas. Ridho-Bachtiar kapabel untuk itu, menurut saya,” pungkas mantan aktivis 1998 ini. [red/mzl/MNN]




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *