Menko Luhut kepada Perwira TNI-Polri : Ayo Bekerja Dengan Baik!

Medianusantaranews.com,JAKARTA – Pengalaman berbicara mewakili pemerintah Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019, Davos-Kolsters, Swiss, 22-25 Januari lalu, jadi paparan pembuka Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat pembekalan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta, Selasa (29/1/2019), kemarin.

Mengampu materi Arah Pembangunan Indonesia dan Pembangunan Sektor Maritim, di hadapan kurang lebih 372 perwira tinggi TNI-Polri, Menko Luhut menceritakan kesan delegasi asing atas proyeksi masa depan Indonesia.

“Mereka (peserta WEF 2019, Red) mengakui bahwa Indonesia menjadi rising star country yang perkembangan ekonominya semakin maju. Diramalkan tahun 2030 nanti, ekonomi Indonesia akan menduduki posisi ke-4 di dunia,” paparnya.

Menko Luhut berharap, para perwira TNI-Polri dapat memahami bahwa negara Indonesia akan ke mana arah pembangunannya.

“Saya pernah bertemu dengan Perdana Menteri China, Li Keqiang. Saya berbicara dengan hormat bahwa semua teknologi yang masuk ke Indonesia harus ramah lingkungan,” tegas Luhut, yang juga memberikan syarat bahwa investor asing harus melakukan transfer teknologi, mempekerjakan mayoritas tenaga kerja lokal, dan menghasilkan nilai tambah terhadap bahan mentah dari dalam negeri.

Indonesia Poros Maritim Dunia

Sebagai Menko Kemaritiman, Luhut mengingatkan kembali, Indonesia ini negara kepulauan terbesar di dunia, dan terus mewujudkan visi menjadikan Indonesia poros maritim dunia.

Dia mengajak masyarakat Indonesia, khususnya kepada TNI-Polri, berani menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar. “Jangan mau dianggap kecil sama orang. _We have our own and you have your own_. Kamu punya peraturan dan kita punya peraturan. Harus hargai itu,” imbuhnya.

Mengenai kebijakan diplomasi maritim, Luhut amat menyayangkan kurang aktifnya penetapan Warga Negara Indonesia (WNI) di organisasi multilateral. Namun, ia juga mengapresiasi Polri dalam keaktifan para perwira di berbagai organisasi internasional.

“Saya minta TNI khususnya Angkatan Laut (AL), seperti di _International Maritime Organization_ atau IMO, pejabatnya juga harus ada disana. Masa kita kepulauan terbesar namun tidak ada pejabatnya disana, kita harus masuk. Kita mulai dobrak,” tegas dia.

Nostalgia Menko Luhut

Dalam rapim ini, turut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Menko Luhut mengungkapkan rasa bangganya dan juga bahagia dapat bertemu kembali dengan junior yang juga sekaligus para perwira terbaik di TNI-Polri. Sebagai seorang senior, ia berpesan kepada para perwira agar tetap menjadi dirinya sendiri.

“Jangan pernah lari ke kiri atau pun ke kanan. Lari saja ke sumpahmu sebagai seorang prajurit dan seorang Polri, pegang kesetiaanmu dan jangan pernah kau khianati!” tegas Luhut.

Bagi seorang prajurit, Luhut menjelaskan tiga kunci keteladanan yang harus dipenuhi yaitu tanggap (cerdas), tanggon (mental dan karakter kuat), dan trengginas.

” Trust is very important, pegang kekompakan kalian TNI dan Polri. Ayo kita bekerja dengan baik,” tutup Luhut menjelaskan, selain 3 hal di atas, kunci sukses karir ialah adanya kepercayaan dari atasan, anak buah, rekan atau pihak lainnya dalam pekerjaan.

*Menjawab Hoax*

Dalam keterangannya kepada para jurnalis seusai acara, Menko Luhut mengklarifikasi berbagai isu yang tidak benar mengenai hutang negara yang berlebihan, merebaknya lagi komunisme di Indonesia, dan kriminalisasi ulama.

“Tidak benar juga misalnya bahwa negeri ini mau runtuh, karena kita punya TNI-Polri itu kuat!” ungkapnya mengenai pentingnya peran TNI-Polri dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman termasuk kabar bohong.

“Jangan bangsa ini terpecah atau bangsa ini menjadi korban berita hoaks,” katanya, mengingatkan masyarakat untuk menolak menjadi korban berita hoaks dengan saling menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pemerintah selalu akan menyampaikan berita-berita yang benar dengan data-data yang benar,” tambahnya menyebutkan, pemerintah sendiri berkomitmen mengeluarkan data tepercaya berdasar kinerja yang kredibel.

“Pemerintah melaksanakan pekerjaannya secara profesional dan kredibel,” pungkasnya. [red/rls/mzl]




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *