Diduga Korupsi Gaji Driver Fiktip,Inspektorat Tubaba Ogah Ambil Tindakan

Tulang Bawang Barat, Lampung-Terkait adanya dugaan korupsi dana gaji honorer Driver fiktip yang terindikasi diselewengkan Kepala Bagian Administrasi Tiyuh sekdakab kabupaten Tulangbawang Barat selama dua tahun dianggap Inspektorat Kabupaten Tulangbawang Barat hal yang kecil dan tidak sebanding dengan biaya pemeriksaan pihaknya untuk melakukan tindakan pemeriksaan.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Tubaba Bustam Effendi ketika dikonfirmasi terkait tindakan yang akan dilakukan atas dugaan tersebut mengatakan ongkos pemeriksaan Kepala Bagian Administrasi Tiyuh tidak sebanding dengan kerugian negara yang ditimbulkan,”SPPD mereka yang meriksa tidak sebanding dengan kerugian negaranya, Saya mau rapat dulu,” ucapnya seraya menutup telepon selulernya, Kamis (28/2/2019).
Dengan mengambil langkah tanggapan itu, diduga Inspektorat abai dan ogah melakukan pemeriksaan dugaan penyelewengan gaji honor driver (Supir) di Bagian Administrasi Tiyuh Setkdakab kabupaten Tubaba. 

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Tubaba Yantoni dikonfirmasi terkait dugaan abainya inspektorat Tubaba menindaklanjuti kasus dugaan honorer fiktif dan penyelewengan dana di Bagian Administrasi Tiyuh mengatakan inspektorat tersebut perlu dilakukan evaluasi. “Apakah jika ada kerugian negara sekecil apapun harus dibiarkan, itu duit rakyat,” kata dia melalui sambungan ponselnya, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, pejabat merupakan pegawai negeri yang mengabdi untuk rakyat, jika inspektorat sudah melihat ada kesalahan-kesalahan ASN itu sudah merupakan tugas dan kewajibannya selaku aparat pemerintahan yang berwenang melakukan penindakan,”Tidak bicara sebanding atau tidaknya, kalau menyangkut kerugian negara harus ditindaklanjuti. Itu bahasa konyol,” tambahnya Yantoni.

Berbeda dengan tanggapan Ponco Nugroho Wakil Ketua II DPRD Tubaba pihaknya bersama Komisi I DPRD dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan Kepala Bagian Administrasi Tiyuh terkait dugaan honorer fiktif dan pengalihan/penyelewengan gaji honor driver tersebut selama dua tahun 2017-2018,”Akan kita panggil untuk hearing,” kata dia. 

Diluar dugaan tersebut, kata dia, DPRD yang tergabung dalam Bapemperda juga memang akan melakukan hearing terkait tata organisasi Administrasi Tiyuh,”Bagian Administrasi Tiyuh itu rencananya mau dilebur lagi masuk ke PMD, kami rasa kurang efektif adanya administrasi tiyuh ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Diduga pakai honorer Driver fiktif bak sopir siluman yang tidak jelas dimana rimbanya, Kepala Bagian Administrasi Tiyuh Sekretariat Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga selewengkan dana senilai Rp.20.400.000.

Dana tersebut merupakan gaji honor yang dialokasikan untuk Driver (Supir) di Bagian Administrasi Tiyuh selama dua tahun sejak 2017-2018 dari APBD Kabupaten Tubaba yang dialokasikan di bagian tersebut.(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *