Dicabut PLN,Kontraktor Tipu Warga Pasang KWH Listrik Ilegal

Medianusantaranews.com, Tulang Bawang Barat, Lampung–Sungguh keterlaluan prilaku Oknum kontraktor yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Pasalnya,oknum Kontraktor yang mendapatkan proyek sumur bor dari Dinas Pekerjaan Umum(PU) kabupaten Tulangbawang Barat melalui Anggaran Pendapatan Belanja daerah(APBD) tahun 2015, diduga telah melakukan penipuan dengan memasang KWH listrik Ilegal.

Prilaku yang dilakukan oknum kontraktor itu berujung dengan pencabutan KWH listrik yang dianggap pihak PLN kWh listrik tersebut ilegal.

Dilokasi sumur bor tersebut, Warga Tiyuh Panaragan Jaya Indah, Kecamatan Tulangbawang tengah, kabupaten Tulangbawang Barat merasa kecewa dengan prilaku oknum kontraktor yang telah membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Kontraktornya dari tulang bawang namanya Adam, Saya tanya sama kontraktor itu waktu pemasangan sumur bor,ini listrik kok di los setrum?dia jawab hanya KWH sementara nanti diganti. Bukannya diganti yang ada KWH sumur bor ini dicabut oleh petugas PLN,” kata
Suprayin,warga RT 10 RK 3 tiyuh Panaragan Jaya Indah.Kamis(7/3/2019).

Ia mewakili warga sekitar sangat menyayangkan atas prilaku Oknum kontraktor yang memasang KWH listrik bodong tersebut.

“Sumur bor ini dialirkan di 13 rumah warga,memang sudah menjadi sumur keseharian kami,kalau Listriknya dicabut maka kami tidak bisa menggunakannya bahkan kami sulit untuk mendapatkan air,karena untuk mendapatkan air kami harus mengambil dari kali yang jaraknya cukup jauh dari rumah,” keluhnya Suprayin yang diamini warga sekitar.

Ditambahkannya,kejadian yang seperti ini sangat keterlaluan, seharusnya bisa membantu warga tapi yang ada warga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya rasa bukan hanya warga sini aja yang ditipu,termasuk Pemda juga kena tipu kontraktor itu,saya sudah tanya ke kantor PLN ternyata tidak bisa dipasang lagi karena kWh itu dari Unit 2 Tulangbawang bukan dari sini,kalau dihitung dendanya sekitar 7 juta karena sudah 5 tahun listrik itu los setrum,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat bisa merespon cepat keluhan yang dialami oleh mereka.

“Kami minta dipasang kembali kWh nya karena sudah sekitar 15 hari warga tidak bisa mengambil air di sumur bor ini,kami tunggu sampai hari senin. kalau tidak kami rame-rame ke kantor DPRD melaporkan masalah ini,karena mereka wakil kami, wakil rakyat,” pungkasnya (Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *