Gawat, Aksi Pencabulan Kian Marak Hantui Masyarakat Muba

Musi Banyuasin,- Gawat, Praktek para pelaku tindak kejahatan Pencabulan yang beraksi dibeberapa wilayah Kabupaten Musi Banyuasin belakangan menghantui para orang yang memiliki anak wanita balita atau masih bawah umur, masalah itu terkuak berdasarkan press release dilakukan Polres Muba Selasa 12 Maret 2019 pukul 16.00 wib dihalaman Mapolres Muba jl. Merdeka No. 494 Kel. Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan.

Dalam Perss Release tersebut dipimpin langsung Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti S.E M.M didamping Kasat Reskrim AKP Deli Haris S.H M.H, Kanit PPA IPTU Shisca Agustina S.IK, PAUR Humas IPDA Nazaruddin Bahar S.E M.Si dibeberkan bahwa Polres Muba berhasil mengamankan 3 pelaku tindak pidana kasus pencabulan yang menyetubuhi anak usia dibawah umur atau balita.

Ke-3 pelaku yang kita amankan yaitu Zuber (60) warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin, Zulkarnaen Alias Mangyeng (56), warga Dusun I Desa Sukadamai Baru Trans B5 Blok C Kecamatan Sungai Lilin dan Agung (17) warga perumahan Lilin Asri Jl. Palembang-Jambi Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba.

Pengakuan tersangka Zuber (60) dirinya melakukan aksinya pada Sabtu 9 maret 2019 sekira pukul 10.00 Wib TKP di pinggir sungai desa Mekar Jaya Kecamatan Jirak Jaya. Zuber melakukan aksinya ketika korban sebut saja bunga yang sedang mandi di sungai yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Zuber spontan datang kelokasi labgsung menyekap dengan menutup mulut dan mencekik leher korban dengan menggunakan tangan pelaku kemudian pelaku menggulingkan korban dan menyetubuhinya. Sial bagi Zuber aksinya tersebut diketahui oleh salah satu warga dan dilaporkan kepihak kepolisian setempat. Zuber kita tangkap pada Senin 11 Maret 2019 sekira pukul 15.30 Wib ditumahnya.

Masih kata Kapolres, pelaku Zulkarnain melakukan aksinya akhir Februari 2019 pukul 11.00 Wib korban bermain sambil memancing di kolam ikan di Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai lilin dan sekitar 10 menit memancing tiba-tiba datang pelaku yang hendakmemancing di kolam tersebut setelah pelaku mendapat ikan lalu pelaku memberikan ikan tersebut kepada korban dan beberapa saat setelah memberi ikan kepada korban pelaku menarik tangan korban dan menggulingkan korban di atas kursi yang berada di kolam pemancingan tersebut.

Dijelaskan pelaku nekat mengikat kedua tangan korban dan menutup mulut korban dengan menggunakan kain bekas lalu pelaku menyetubuhi korban dan setelah menyetubuhi korban pelaku membuka ikatan kedua tangan korban dan membuka tutup mulut korban lalu pelaku meninggalkan korban.

Sedangkan pelaku Agung (17) melakukan aksinya Februari 2018 di rumah kontrakan korban, Jl.Raya Palembang – Jambi Km.113 Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, pelaku ini melakukan tindak pidana pencabulan anak yang dilakukan pada saat korban dititipkan kepada pelaku saat itu orang tua korban sedang berjualan dipasar. lalu pelaku melakukan pencabulan terhadap korban dengan menggosok-gosok alat kelamin korban tersebut dengan menggunakan tangannya serta pelaku juga terkadang memandikan korban.

Untuk pelaku Agung sendiri kita tangkap di Provinsi Bangka (Muntok) Minggu 03 Maret 2019 yang dikomandoi oleh Kanit PPA beserta anggota melakukan penangkapan bersama dengan unit reskrim Polsek Muntok.

Ketiganya akan kita jerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 76 D UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 82 UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan minimal 15 tahun penjara.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti S.E, M.M menghimbau kepada para orang tua agar lebih ketat lagi dalam menjaga dan mengawasi anak-anak, jangan terlalu mudah percaya kepada orang lain meskipun orang tersebut adalah tetangga atau bahkan keluarga karna dari ketiga pelaku yang kita amankan ini masih ada yang berkaitan saudara dan ada yang bertetangga dengan korban, tegas Kapolres Muba (waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *