Sampah Plastik, Botol dan Pohon Talas Jadi Bagian Megahnya Rest Area Tugu Payan

Medianusantaranews.com,Mesuji–Berbicara tentang Kotabumi yang merupakan salah satu kota tua di Kabupaten Lampung Utara, tentu sudah begitu lekat di bibir warga Provinsi Lampung-Indonesia.

Kabupaten yang beribu kota di Kotabumi ini dulunya adalah kabupaten terluas di Provinsi Lampung yang sekarang meliputi Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Mesuji.

Sejalan waktu, wajah kabupaten ini pun perlahan terus mengalami perubahan mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, gedung sampai tempat taman-taman hiburan.

Disamping itu, yang tidak kalah menarik menjadi bahan perbincangan ialah letak strategis bangunan ‘Tugu Payan Mas’ di jantung ibu kota sebagai icon Kabupaten Lampung Utara berjuluk Lampura Sikep tersebut.

Selain memiliki tampilan kokoh dan megah, tugu payan sangat menarik untuk dijadikan bakcground ajang berselfi bagi warga.

Sehingga pemerintah daerah (pemda) pun telah membangun Rest Area di sudut lahan sisa sekitar lokasi, layaknya taman kota lengkap dengan tempat mainan anak dan aneka kuliner (makanan ringan).

Ketika memasuki jantung kota, tiap warga yang melintas langsung disajikan pemandangan indah dari bangunan Payan Mas khususnya pada malam hari.

Pemandangan yang biasa terlihat disisi kiri kanan jalan, ialah tempat parkiran mobil dan barisan motor para pengunjung yang tersusun rapih. Baik milik wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar kabupaten.

Sedikit memasuki ruang Rest Area Tugu Payan Mas, pengunjung disuguhkan beragam aneka warna dari pernak-pernik hiasan juga kilauan lampu taman yang cocok buat spot selfi bagi kaum millenial dan keluarga saat berkunjung kesana.

Bak pepatah ‘tidak ada gading yang tak retak’ begitu pun dengan keberadaan rest area tersebut.

Dibalik tampilan ala metropolitan, disudut bagian belakang bangunan terdapat lahan kosong yang menyerupai lubang besar dihiasi dengan sampah plastik, botol kosong bersanding dengan pohon talas dan hamparan rumput liar.

Seperti yang diungkapkan Dulhak (41) wisatawan asal Bandar Lampung yang sempat menikmati secangkir kopi hangat bersama keluarga disana.

Ia menyayangkan keberadaan lahan kosong yang terkesan mubajir menurut dia. Kenapa harus selalu ada istilah ‘Karena nila setitik, rusak susu sebelanga’.

Mestinya, lanjut dia, pihak terkait bisa memanfaatkan ruang kosong berlubang itu menjadi lokasi Very Important Person (VIP), jika dibuat seperti kolam ikan hias yang diatasnya terdapat pondok sebagai tempat bersantai sambil menikmati kuliner yang tersaji disini.

“Selain elok dipandang, totalitas berkarya juga terasa. Sampaikan pesan saya pada mereka (pihak terkait), semoga Lampura menjadi terdepan dan bisa jauh lebih baik,” pesen Bang Dul.(Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *