Pt. HUK Dituding Manipulasi Luas Lahan Plasma Tabuan Asri

Banyuasin,medianusantaranews.com- Sedikitnya ada 50 hektar lahan perkebunan plasma kelapa sawit milik anggota Koperasi Mitra Asri di Desa Tabuan Asri Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan diam-diam telah dicaplok oleh Pt. Hamita Utama Karsa (HUK) selaku mitra Koperasi sejak 2009 hingga hari ini 2019.


Badan Pengawas (BP) Koperasi Mitra Asri, Adnan bersama Ketua Koperasinya Untung Iriyanto didampingi Pembinanya Farida Rosdiana, Ketua BPD Purwanto, anggota BP Ibnu Sutowo dan Sabda di Pemkab Banyuasin menjelaskan membenarkan ada lahan plasma milik anggota Koperasi Mitra Asri yang masih dikuasai oleh perusahaan.


“Saat ini kita masih melakukan komunikasi dengan pihak menegemen perusahaan, tentu masalah itu  tetap kita usut sebab itu merupakan lahan anggota koperasi”, jelas Adnan.


Selaku Badan Pengawas kata Adnan, kami juga bertanggungjawab untuk menarik lahan seluas 50 hektar itu dan kita kembalikan kepada anggota dan kita ingatkan kepada Ketua dan Pengurus Koperasi Mitra Asri supaya menginventarisir aset koperasi itu khususnya masalah luasan lahan termasuk yang diketahui ada sekitar 50 hektar harus dikembalikan oleh perusahaan.


Masih menurutnya, jika lahan itu sudah kembali, tentu akan menambah luasan plasma bgi anggota yang selama ada kekuranganya dan tentu proses ini sangat dibutuhkan dukungan seraya peran aktif bagi anggota dan lebih penting lagi masalah angsuran kridit anggota, sambung Ketua Koperasi Mitra Asri Untung Iriyanto.


Untung menambahkan, tidak ada alasan bagi perusahaan masalah lahan itu dipertahankan dan harus diakui bahwa lahan plasma itu milik anggota Koperasi, maka dalam waktu yang tidak lama ini harus sudah kita kelola yang sekaligus untuk kurangi beban angsuran kridit anggota plasma.


Target kita kata Untung, sebelum triwulan pertama tahun 2019 ini lahan seluas 50 hektar, pihak perusahaan tidak berhak lagi menguasai dan harus kembali kepada anggota, karena luasan plasma anggota banyak kurang, maka dengan ditemukan lahan plasma 50 hektar itu akan bisa merata, tegasnya.


Karena sekarang sudah jelas terbuka ada lahan 50 hektar termasuk dalam plasma anggota yang lahan itu selama ini sudah menghasil dikuasi oleh perusahaan, maka ada hitungan dan perusahaan harus mengembalikan hasil dari lahan 50 hektar itu harus dikembalikan kepada anggota melalui Koperasi dan tentu untuk kita dukung upaya Ketua Koperasi kita menyelesaikan permasalahanya, imbuh Nasrokah keluarga anggota koperasi Mitra Asri.


Sedangkan kata Nasrokah, jika kebun seluas 50 hektar itu tahun tanam 2011-2012 telah berproduksi dan hasilnya selama ini dikuasai oleh perusahaan itu hingga tahun ini, maka kami selaku keluarga dati anggota meminta kepada pengurus agar hasil dari produksi buah sawit plasma selama ini dikuasai pihak perusahaan juga dikembalikan kepada anggota melalui koperasi. ” Mari kita kawal pengurus Koperasi kita dalam proses pengurusan lahan plasma itu yang selama ini telah dikuasai perusahaan”, ajaknya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *