Ratusan Warga Kembali Kembali Usir Aktivitas Pt. MAR

Banyuasin,medianusantaranews.com,- Sedikitnya ada ratusan perwakilan warga dari berbagai Desa di Kabupaten Banyuasin, kembali datangi lahan terlantar peninggalan eks transmigrasi tahun 1986, yang berlokasi di Desa Sedang dan Desa Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, warga meminta pihak perusahaan PT. Mitra Aneka Rezeki (MAR) menghentikan aktivitas alat berat yang ikut menggarap lahan terlantar oleh masyarakat untuk lahan pertanian padi, dan mengaktipkan kelompok tani sebagai wadah dalam pengelolaannya.

Kordinator dari Perwakilan warga M Yunus mengatakan, kedatanganya bersama masyarakat Banyuasin, ingin menemui pihak PT MAR melakukan musyawarah guna menyetop pengkerjaan saluran air di lahan tersebut menggunakan alat berat. Sebagai Bentuk tuntutan masyarakat bahwa berdasarkan keputusan Kementrian Agraria Badan Pertanahan Nasional, Hak Guna Usaha perusahaan telah dicabut tahun 2015 lalu, hingga saat ini proses perpanjangan tidak dilakukan, dan lahan tersebut sudah dimiliki negara tegasnya Minggu (21/04/19).

“Kami bersama masyarakat Banyuasin ingin membuka lahan ini dengan luas 1400 Hektar, menurut hemat kami lahan ini sudah dikuasai negara karena hampir 5 tahun terlantar sejak ditinggal masyarakat trans, dan kondisi seperti ini PT MAR juga kabarnya sudah memperpanjang HGU sampai 2028 untuk perkebunan kelapa sawit, jika ini memang terjadi kami akan menuntut,” beber Yunus.

Lanjut M Yunus, tuntutan warga yang ke sekian kalinya meminta PT MAR mencabut alat beratnya, karena selama pekerjaan dilakukan ini diduga pihak perusahaan tidak memiliki HGU dalam pengelolaan tanah terlantar, yang rencanya warga Banyuasin ingin mengelola lahan tersebut dengan mengaktifkan kelompok tani.

“Perlu kami sampaikan kalau warga menuntut lahan PT. MAR yang selama ini HGU nya sudah Habis sejak lama, dan dari itu warga juga ingin mengelola lahan menjadi perkebunan padi, tetapi pihak PT, MAR malah menurunkan alat berat, kami minta mediasi dengan Wakil Bupati tanggal 23 April 2019 Banyuasin, untuk menyelesaikan masalah tanah terlantar digusur PT MAR lahan yang mulai di kelola warga,” terangnya.

Sementara GM PT MAR, AR Siregar mengatakan, mulai dikerjakannya lahan seluas 1.456 hektar itu merupakan lahan inti dan perusahaan memegang HGU tersebut diperpanjang hingga tahun 2028.

“Kami minta agar masyarakat tidak gegabah terkait masalah lahan ini, sebelumnya kami terlah berkoordinasi dan HGU pihak kami memiliki itu, lengkapnya biarkan Pemerintah yang mengatasi di masyarakat,” ujarnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *