Jalan Rusak, Jembatan Way Sekampung Terancam Jebol

Pringsewu(MNN)– Sejumlah masyarakat Sukoharjo Kabupaten Pringsewu mengeluhkan jeleknya sarana jalan dan jembatan yang berada di wilayah itu yang kian hari semakin memprihatinkan. Rusaknya jalan telah berlangsung lama dan perbaikan oleh instansi terkait terkesan hanya tambal sulam. Apalagi saat ini sedang musim hujan yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas khususnya dari arah kota Pringsewu menuju Sukoharjo.
Genangan air hingga ke badan jalan dan menutupi lubang yang kondisinya sehingga para pengendara yang melintas jalan tersebut harus berhati-hati bahkan beberapa kali telah terjadi kecelakaan khususnya roda dua.


Antrian kendaraan di jembatan Way Sekampung kembali terjadi pada Kamis lalu, dan pemandangan ini kerap terjadi belakangan ini. Salah seorang warga bernama Tukidi mengharapkan pemerintah daerah kabupaten Pringsewu bisa segera mengatasi hal tersebut. “Kami kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang tidak tanggap atas rusaknya jalan yang ada di kabupaten ini. Pemerintah tidak tanggap terhadap rusaknya jalan yang sudah sekian lama mengalami kerusakan, bahkan jembatan Way Sekampung ini terancam bisa jebol,” ujarnya kecewa.


Ditambahkannya, perbaikan seperti pengaspalannya terkesan hanya tambal sulam, sehingga wajar jika pada musim hujan seperti sekarang ini banyak terjadi kecelakaan. Warga lainnya juga meminta kepada dinas instansi terkait segera mengatasi hal itu, apalagi bulan Juni nanti akan terjadi arus mudik lebaran yang tentunya sarana jalan itu sangat vital untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Hal yang sama disampaikan Triyono ketika dihampiri, seorang pengendara yang tampak basah kuyup dan mengaku sempat terpeleset di tengah jembatan karena konvoi dengan kendaraan roda empat tidak menyadari ada jebakan lobang yang tertutup genangan air. Ia meminta pemerintah dapat segera memperbaiki jalan lintas menuju Sukoharo-Pringsewu.


Rusaknya jalan ternyata dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meminta sumbangan dari pengendara yang melintas, dengan alasan untuk perawatan jalan. “Dengan bermodalkan tanah dan cangkul beberapa orang terlihat menutupi lubang jalan dengan tanah seadanya dan meminta sumbangan. Padahal dengan mengisi lubang dengan tanah justru memperparah keadaan karena jalan semakin licin,” ujarnya. (Yd@)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *