Pasutri Beda Partai Yang Dipercaya Masyarakat Banyuasin

Banyuasin,medianusantaranews.com- Pasangan suami-istri (Pasutri) yang satu ini patut dibanggakan, bahkan banyak kalangan mengatakan “sangat luar biasa” dalam kacah berpolitiknya diwilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Walaupun pasutri ini beda Partai politik (Parpol) dan beda daerah pemilihan (Dapil), dalam pemilihan legislatif 17 Mei 2019 yang lalu mereka berdua sama-sama masih melenggang menuju DPRD Banyuasin untuk periode 2019-2024. Siapa pasutri yang dimaksud, Emi Sumirta, SH. M.Si dan Farida Ahyati Rochim.

Emi Sumirta bersama kendaraan politiknya melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak periode 2014-2019 dan pada pileg 17 April 2019 yang lalu masih di Dapil 4 kembali berhasil meraih dukungan ke-4 besar dari 7 kursi yang ada untuk menuju periode 2019-2024.

Dikatakanya, untuk mencapai target perolehan suaranya dari pendukungnya dengan mempercayakan lembaga Nahdatul Ulama (Nu) dan menggerakan seluruh komponen badan otonomnya yang ada didalam Banom diantaranya

  1. Muslimat perempuan
  2. Ansor pemuda
  3. Fatayat pemudi
  4. Pagar nusa silat
  5. Ipnu dan ippnu pelajar

Melalui ke-5 kelembagaan itulah yang kami terus bangun, sehingga bisa menyebar hingga diseluruh wilayah dalam Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Muara Padang, Muara Sugihan, Makarti Jaya dan Air Saleh dengan dukungan suara maksimal, tuturnya menambahkan bahwa untuk periode 2019-20124 PKB bisa satu Fraksi karena dari 6 Dapil yang setiap dapil ada satu kursi dan perolehan suara dalam pileg 2019 meningkat dibanding pileg 2014.

Farida Ahyati Rochim diruang Komisi 1 didampingi Emi Sumirta sumainya mengatakan yang ke-3 periode dirinya dipercaya oleh masyarakat dalam Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Betung, Suak Tapeh, Tungkal Ilir dan Pulau Rimau serta Selat Penuguan.

Anggota DPRD Banyuasin yang diusung oleh Partai Politik berlambang Pohon Beringin ini mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat khususnya dalam Dapil 2, sehingga mampu mengantarkan hingga 3 periode sebagai DPRD Banyuasin 2019-2024.

Untuk memenangkan dalam pileg 2019 ini terang Farida, kami kerahkan seluruh kader partai Golkar dari tingkat ranting untuk melakukan rekruting kepada pemilih pemula dan terus memberikan pemahanan kepada para lansia yang merupakan pemilih militan sejak era orde baru.

Alhamdulillah kata Farida, pada hasil pileg 27 April 2019 lalu suara pengusungnya dari 6 Dapil mampu mendudukan 7 wakil dan bisa satu Fraksi di DPRD Banyuasin 2019-2024 dan keberhasilan suara Partai yang mengusungnya ini berkat kerja keras pendukung militan dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang sudah terbukti karyanya mewujudkan memeratakan kehidupan perekonomian masyarakat khususnya dalam Dapil 2 dan secara nasional pada umumnya.

Andaikata jadwal untuk dalam pelaksanaan pemilihanya tidak diulang dan bisa serentak pada 17 April 2019, diprediksi untuk perolehan suara Partai Golkar bisa capai 2 kursi, karena ada kekeliruhan cetak surat suara untuk nama Caleg Dapil 2 yang isinya nama caleg Dapil 1, jumlah pemilih untuk Dapil 2 berkurang hampir mencapai 50 persen dari DPT, sambung Suwardi pemilihan militan Partai Golkar.

Menurutnya untuk perolehan suara dari Partai Golkar pada pileg 2019 pun itu didilakukan ulang dan itu pun saja masih mengungguli perolehan suara dari partai lainya.

Dikatakan Suwardi, mengaku bangga wakilnya bisa kembali ke Parlemen dan yang saya banggakan pasangan suami istri itu walaupun beda partai dan beda dapil masih dipercaya oleh masyarakat kembali menjadi wakilnya di DPRD Banyuasin sampai 2024, tutupnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *