Aktipitas Truk Batubara Menuju Dermaga Bikin Resah Masyarakat

Banyuasin,medianusantaranews.com- Dilantak armada angkutan batubara, jalan Desa Srimenanti menuju Dermaga penyeberangan Kecanatan Muara Telang tetancam lumpuh. Padahal melalui jalan itu merupakan akses transpotasi darat satu-satunya menuju Pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin maupun ke Provinsi Sumatera Selatan ucap Kadirun warga Muara Padang saat berbincang dengan wartawan media ini (19/5/2019).

Kadirun menambahkan, sebenarnya jalan darat itu sangat tidak cocok jika sampai armada angkutan batubara melintas dijalan desa, sebab masyarakat disepanjang jalan itu pasti terganggu aktipitasnya. Sekarang masih kemarau dampaknya berdebu, jika datang musim hujan, pasti jalan itu akan menjadi lumpur.

Setiap hari sekarang jalan desa itu dilintasi puluhan truk mengangkut batubara, semestinya perusahaan itu harus membuat jalan sendiri, sehingga tidak menganggu aktipitas masyarakat, ungkapnya.

Via whatsApp Kades Talang Rejo Hendrik Kuswoyo, SH membenarkan ada keluhan warganya dengan adanya aktipitas armada angkutan batubara yang melintas dari dermaga penyeberangan di Desa Srimenanti.

Dikatakan Hendrik, jalan itu memang merupakan akses transpotasi darat satunya bagi masyarakat menuju pusat pemerintahan di Kabupaten Banyuasin maupun ke Provinsi Sumatera Selatan dan banyak warga yang mengeluh dengan aktipitas armada angkutan batubara yang melintas dijalan itu.

Kabar yang dihimpun olehnya, konon kabarnya aktipitas armada angkutan batubara itu atas persetujuan dari Kades Sri Menanti, Mulya Sari dan Kepala Desa Suka Tani, cuma akan kami kordinasikan terlebih dahulu kebenaranya.

Untuk itu kata Hendrik, pada (20/5) akan menghadap bupati Banyuasin guna menyampaikan surat juga langsung menyampaikan keluhan warganya, sebab saat ini kondisi aktipitas armada angkutan batubara itu sudah sangat mengganggu aktipitas masyarakat.

Saat ini masih musim kemarau, walau kondisi berdebu, masih bisa beraktipitas masyarakat disana, tidak bisa kami bayangkan jika datang musim penghujan, otomatis aktipitas ekonomi Masyarakat bakal terancam lumpuh. Mumpung belum muncul gejolak dimasyarakat, maka kami meminta Bupati Banyuasin H Askolani bisa tanggap dan bergerak cepat guna mengantisipasi tindakan awal, harapnya.

Terpisah, Ketua Apdesi Kabupaten Banyuasin, Edie Wijaya menyikapi keluhan masyarakat Kecamatan Muara Telang dampak dari aktipitas armada angkutan batubara, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada Kades Talang Rejo guna mendapatkan solusi terbaik bersama Bupati Banyuasin.

Dikatakan Edie, memang tidak tepat jika sampai armada angkutan batubara itu melintas dijalan desa, semestinya pihak perusahaan itu harus membuat jalan sendiri, sehingga tidak menganggu aktipitas masyarakat dan kepada bapak Bupati masalah ini bisa mendapatkan Solusi karena perusahaan itu juga aset daerah kita juga, namun kalau dibiarkan tanpa aturan semacam itu , tentu warga setempat yang kena imbasnya, tegas Edie menyudahi perbincanganya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *