Terkait Sumur Bor, Warga Sukomoro Bakal Lapor Bupati

Banyuasin,medianusantaranews.com- Pembuatan tiga titik sumur bor bagi warga Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sunatera Selatan masih menuai polemik berkepanjangan, sisi lain pengadaan sumur bor bantuan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan.

Ketidakterimanya pengucuran program dana CSR dari PT. TFJ muncul dari tokoh muda Banyuasin yang selama ini mengawal sampai dana itu bisa turun, yang akhirnya didisepakati dibangun sumur bor di inisiasi masyarakat sekaligus tokoh muda Sukamoro Mitro (35) yang terus menyuarakan keluhan warga dilingkungannya.

“Dari awal kami mengawal agar masyarakat mendapatkan bantuan dari PT. TFJ sesuai keluhan warga bahwa didugaan tercemarnya aliran air sungai yang membelah permukiman warga disitu akibat pembuangan limbah usaha Pt tersebut, akhirnya di mediasi DLH Banyuasin disepakatilah PT. TFJ siap membangun sumur bor dari dana CSR, walau memang pihak perusahaan tidak mengakui secara gamblang bahwa tercemarnya air sungai warga berasal dari TFJ, lima atau enam bulan lalu, baru sekarang direalisasikan” tuturnya.

Memang tidak ada kesepakatan tertulis pada waktu itu jelas Mitro, namun kami sampaikan pada waktu itu biar dapat menampung dan mengakomodir banyak rumah meminta kepada pihak PT. TFJ sumur bos di bangun dengan kapasitas besar, misalnya untuk penampungan airnya 3.000 liter dan tingginya 3 meter. Buktinya cuma 1.600 ltr tinggi cuman 1,5 meter sangat jauh dari harapan.

Kami meminta dalam hal ini Bupati atau wakil Bupati Banyuasin memerintahkan DLH meninjau ulang persolan ini dan dibahas kembali ditingkat kabupaten dan pembagunan dihentikan terlebih dahulu, kenapa demikian selain kapasitasnya sedikit, diharapakan dapat bermanfaat dalam jangka lama, sementara kita tidak tahu berapa anggaran yang di ajukan perusahaan kepihak ketiga yang mengerjakan sumur tersebut, tegas Mitro seraya menambahkan untuk satu titik saja sudah tak beres apalagi pada 2 titik berikutnya.

“Ya sebagai pihak yang dari awal mengawal hal ini kami tidak tinggal diam akan terus perjuanagkan hal ini,” tutupnya.

Sementara itu disisi lain Ketua RT 23 Sumono menyambut baik sumur bor bantuan dari dana CSR PT. TFJ, sudah peduli kepada masyarakat guna memenuhi pasokan air bersih bagi warganya yang terdampak limbah.

“Sebenarnya tidak ada masalah dengan pembangunan sumur bos, semua sudah disepakati dalam rapat ditingkat RT semua sepakat, malah akan di bangun didekat saudaranya mas Mitro,” paparnya.

Untuk sementara pihak perusahaan hingga berita ini ditayangkan belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait adanya polemik pembuatan sarana sumur bor.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *