Kapolda Sumsel Siap Gulung Komplotan Bandit 3C


PALEMBANG, medianusabtaranews com– Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Firli SH MSi, menjanjikan dalam memberantas pelaku tindak kejahatan telah dibuktikan kembali. Dari 28 Target Operasi (TO) kejahatan, hanya tersisa 5 TO lagi. Jendral Polisi Bintang dua ini bersama lapisan masyarakat, bisa menyelesaikan tugas kejahatan yang meresahkan warga khususnya di Sumatera Selatan yang dibanggakan.

“Ini janji saya sebelum operasi berlabgsung, kita sudah evaluasi dan menghasilkan 28 Target Operasi (TO). Hari ini kita buktikan dengan menyelesaikan 23 TO atau mencapai 81 persen dari 23 kasus kejahatan yang kita ungkap itu tidak lain kasus begal, curas dan satu pelakunya meninggal dunia, sementara 74 pelaku 3C (Curas, Curat dan Curanmor) non TO juga kita gelandang, jadi total keseluruhan 97 tersangka,” pemaparan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Drs Firli SH MSi saat gelar press release di Mapolda Sumsel kemarin.

Dari 97 tersangka bandit jalanan ini, orang nomor satu di Polda Sumsel ini memberikan himbauan kepada masyarakat kota Palembang maupun warga Sumsel untuk waspada jika menjumpai orang asing, janji bertemu dan ternyata menjadi target korban kejahatan secepatnya melapor kepada Polisi.

“Terdapat modus baru, cara berkenalan dengan seorang wanita sebagai umpan, melalui media sosial facebook dan lainya, setelah itu mengajak bertenu, kemudian pelaku lain merampok sepeda motor korban sebagaimana berhasil diungkap Jajaran Reskrim Polresta Palembang beberapa waktu lalu,” bebernya.

Pada pengungkapanya para pelaku kemarin kata Mantan Kabid Pemberantasan KPK ini, turut menyita 1 pucuk senjata api, 5 butir amunisi 9 mm dan 15 butir amunisi cal 38 dan 7 bilah senjata tajam, 19 unit sepeda motor berbagai merek, 5 unit mobil, 12 unit handphone, lima tas dan dompet, 7 lembar STNK, 4 unit televisi, 2 unit batrai accu, 2 gelang emas dan uang tunai senilai Rp 250 ribu.

“Jajaran kami tidak akan berhenti sampai disini. Kami tetap akan mengejar dan menangkap pelaku kejahatan. Anggota dibekali senjata api untuk melaksanakan tugas, bukan untuk menjadikan senjata api tersebut sebagai pajangan. Namun, tetap dalam prosedur, terukur dan tempat waktu, bahkan jika mengancam keselamatan, pelakunya boleh ditindak tegas,” pungkasnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *