Dua Bulan Berlalu,Kasus Dugaan Malpraktik RS Asy Syifa Tubaba Jalan Ditempat

Tulang Bawang Barat (MNN) — Kasus dugaan Malpraktik oleh oknum dokter di RS Asy Syifa Kabupaten Tulangbawang Barat terhadap Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba belum juga menemui titik terang alias jalan ditempat.

Hingga kini, penanganan kasus tersebut masih stagnan, meskipun laporan kasus tersebut sudah berjalan dua bulan lamanya sejak 20 Juni lalu.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Tulangbawang, Ipda Jefry Syaifullah mengatakan, pihaknya belum melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum terhadap kasus tersebut lantaran saat ini masih proses pemeriksaan saksi.

Jefry mengatakan, saat ini pihak penyidik masih memerlukan keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Tubaba dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penyidik, kata Jefry, akan memadukan hasil penyelidikan kepolisian dan hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Tubaba terkait kasus tersebut.

“Hari ini kita koordinasi dengan Diskes dan IDI dulu. Diskes terkait dengan hasil investigasi mereka, IDI terkait dengan koordinasi awal apakah mereka bisa jadi ahli atau bagaimana,” kata Jefry, Kamis (22/8/2019).

Hasil koordinasi tersebut, menurut Jefry, akan menentukan langkah hukum yang diambil penyidik dalam menangani kasus tersebut.

“Untuk pemeriksaan kedepan akan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi Diskes dan IDI,” kata dia.

Jefry mengakui, penyidik telah memeriksa dokter Aditya Rajasa yang menangani tindakan Caesar terhadap Septina.

“Hasil keteranga dokter Adtya, itu (operasi) sesuai SOP, karena tindakan operasi itu merupakan kerja tim. Ada dokter Anastesi juga disitu,” ujar Jefry.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah dimungkinkan pihak penyidik meminta keterangan dari saksi ahli dari pihak akademisi agar penyelidikan kasus ini bisa lebih objektif dan independen, Jefry belum mau berkomentar banyak.

“Mangkanya itu kita lihat dulu hasil koordinasi dengan Diskes Tubaba dan IDI. Baru kita tentukan lagkah kedepan,” katanya.

Berita sebelumnya, Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Tulangbawang telah mengagendakan pemanggilan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS).

Pemanggilan keduanya akan dilakukan guna melengkapi kasus perkara dugaan malapraktik yang menimpa Septina warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan pemanggilan saksi dari IDI dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS) guna melengkapi semua berkas kasus ini,” ujar Kanit Tipiter Polres Tulangbawang Ipda Jefry Syaifullah, Jumat (26/7/2019).

Jefry mengaku, jika pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap dua dokter Asy Syifa Tubaba, untuk dimintai keterangan.

“Hari ini (Jumat), kita sudah memanggil dokter bagian anastesinya dan sudah kita mintai keterangan,” ujarnya.

Sementara itu dokter Adtya Rajasa yang melakukan tindakan caesar, terang Jefry, semestinya dilakukan pemeriksaan hari ini. Namun, yang bersangkutan pada Kamis (25/7/2019) telah datang dan sudah dimintai keterangannya.

“Untuk dokter Adtya Rajasa sudah kita mintai keterangan kemarin. Dia datang kemarin, karena pada hari ini tidak bisa hadir lantaran ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. Atas dasar tersebut maka kemarin kita mintai keterangannya,” kata dia.

Menurut Jefry, pihaknya akan terus berupaya maksimal menyikapi kasus dugaan malapraktik. Atas dasar tersebut pihaknya tidak gegabah menyimpulkan sesuatu.

Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat melaporkan pihak menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Tulangbawang Barat ke Polres Tulangbawang atas dugaan malpraktek oknum dokter yang berdinas di rumah sakit tersebut kepada dirinya. Laporan tertuang dalam LP/174/VI/2019/POLDA LPG/RES TUBA tanggal 20 Juni 2019.

Septina dan suaminya Ferdi Irwanda melaporkan menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Tulangbawang Barat setelah menemukan sebuah benda asing yang dikeluarkan dari dalam perutnya.

Benda tersebut berupa kain kasa yang diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret 2019 lalu.
Kain kasa tersebut ditemukan telah membusuk di dalam perut Septina.(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *