Opini : Komunitas Gerakan Berantas Riba Bisa Mengacaukan Peta Politik Di Pilwakot Bandar Lampung

Bandar Lampung, medianusantaranews.com

Geliat komunitas Gerakan Berantas Riba di kota Bandar Lampung mulai menarik perhatian berbagai lapisan masyarakat. Eksisnya komunitas ini ditandai dengan terpajangnya banner – banner nama usaha serta usaha sosialisasi di dunia maya yang selalu ada membuat komunitas baru ini semakin “merajalela”.

Pantauan tim medianusantaranews.com, sudah ada hampir di setiap lini kota Bandar Lampung banner dan baliho tim Gerakan Berantas Riba ini beredar di setiap warung dan tempat usaha lain. Hebatnya lagi, mereka juga memberikan bantuan dengan bunga 0% alias tanpa bunga, dengan nilai Rp 1 juta pada 20 unit usaha terpilih dengan cara mengembalikan yang amat ringan yaitu dengan mencicil 100 ribu perbulan selama 10 bulan.

Meski diketahui kemudian pendiri komunitas ini, Avi Cenna Isnaini diisukan maju pada pilwakot 2020 kota Bandar Lampung, Sulit bagi tim medianusantaranews.com menemukan alasan jika ini adalah salah satu upaya menarik dukungan dari masyarakat. Sebab setelah dilakukan investigasi lebih dalam, tidak ada satu pelaku usaha yang memanfaatkan bantuan banner nama usaha gratis yang menjadi salah satu program andalan mereka mengaku di minta untuk memberikan dukungan pada Avi Cenna Isnaini.

“Enggak ada, mereka hanya datang lalu menanyakan apakah mau dibantu dipasangi banner nama usaha gratis, hanya desainnya sesuai keinginan mereka. Ya saya pikir enggak apa, meski ada photo pendiri dan penasihatnya. Sebab saya liat contohnya memang tidak ada unsur politiknya kok” Terang salah satu penerima bantuan.

Tidak hanya pinjaman 0% dan banner nama usaha gratis, program unggulan lain pun dijalankan oleh Avi Cenna Isnaini. Yang terbaru, beliau memberikan satu paket lengkap unit usaha Avicenna Fried Chicken pada masyarakat kota Bandar Lampung.

Bantuan yang bernilai total 10 juta rupiah itu diberikan dalam bentuk sebuah gerobak dan satu unit alat masak dan keperluan lainnya. Sehingga penerima bantuan kemudian tinggal menjalankan usahanya.

Menilik dari semua temuan medianusantaranews.com, dalam konstelasi politik mungkin saja Avi Cenna Isnaini sendiri amat lemah untuk menjadi kandidat, sebab mengumpulkan dukungan untuk maju independen sangatlah sulit. Sementara saat ini beliau tidak ada satu partai politikpun yang menjadi perahunya.

Namun besar peluang bagi mereka untuk merusak peta politik bagi para bakal calon kandidat di pilwakot kota Bandar Lampung, sebab masih kuatnya dugaan politik pragmatis dimainkan akan segera dirubah mindsetnya oleh komunitas ini.

“Yang kami tanamkan adalah, bagaimana cara memilih pemimpin yang benar – benar baik. Kami selalu katakan, jika ada calon anggota DPRD atau calon pemimpin yang tim suksesnya menjanjikan uang, mari kita beri hukuman pada mereka. Ambil uangnya dan jangan pilih orangnya. Atau tolak langsung, sebab memberikan pilihan dengan iming – iming uang adalah termasuk suap dan dosa di agama manapun” Terang Hi. Didi Mawardi, penasihat ACI Foundations yang mewadahi dan menjadi donatur tunggal komunitas Berantas Riba.

“Kita juga tekankan, saatnya orang baik – baik menjadi pemimpin. Mari memilih menggunakan nurani dan penilaian subjektif. Siapapun kandidatnya, jika memang di hati nurani kita baik, maka tetap pilih dia meski tidak ada tetek bengek yang diberikan” Tegas Hi. Didi lagi.

Ditanya tentang upaya pencalonan dirinya dan Avi Cenna Isnaini pada pilwakot 2020 mendatang, Hi Didi menjawab dengan jawaban yang santai.

“Ya kita liat saja, Cuma kita dengan komunitas Berantas Riba sudah komitmen kok, tidak akan melibatkan mereka dalam pergerakan politik kami. Apalagi mendompleng mereka untuk menjadi mesin kami berpolitik. Enggak gitu juga kali, seperti tagar merekalah, #jalaninajadulu” Ujar Hi. Didi Mawardi sambil tertawa kecil.

 Komunitas Berantas Riba sendiri ditambahkan oleh Hi. Didi sebelumnya bergerak secara aktif dikalangan masyarakat menengah kebawah. Mereka bergerak dengan selalu mengkampanyekan besarnya dosa jika turut andil menjadi pelaku riba. Kemudian Avi Cenna Isnaini merangkul mereka dan menjadikannya bagian dari ACI Foundations, yang awalnya bergerak dibidang pendanaan lunak UKM.

“Jadi kemudian bang Avis (sapaan Avi Cenna Isnaini) menemui salah satu pimpinan komunitas Gerakan Berantas Riba. Kemudian mengajaknya bergabung dalam wadah ACI Foundations. Kemudian selain kampanyekan Berantas Riba, mereka juga mendata mana saja pelaku usaha yang butuh pinjaman 0% dan bantuan banner nama usaha gratis. Bang Avis itulah yang kemudian menyiapkan dana dan bahan bannernya. Yang penting, perjanjiannya adalah komunitas Geraakan Berantas riba tidak mau menjadi mesin politik, dan bang Avis minta uangnya kembali utuh tanpa lebih” Terang Hi. Didi menutup wawancara.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *