Dilantak Hujan Sepeda Motor Pelajar Banyuasin Tenggelam Dilumpur

 

Banyuasin, MNN- Kondisi ruas jalan darat yang merupakan jalan utama diwilayah Kecamatan Pulau Rimau dilantak hujan setiap hari tahun 2020 ini membuat berubah bentuk dan mirisnya lagi ada sepeda motor milik warga setempat yang melintas diruas jalan utama dari Pulau Rimau menuju pusat ibu kota Banyuasin di Pangkalan Balai sudah tidak pantas sebagai jalan Kabupaten lagi karena jalan itu sudah berubah bentuknya, ucap Alip Pemuda berpengaruh di wilayah di Kecamatan itu beberapa saat yang lalu.

Alip mengakui semenjak ada warga transmigrasi dari tahun 1980 an hingga awal tahun 2000 an aktivitas transpotasi jalan darat masih dapat dilalui dengan sempurna sekalipun datang hujan dan jalan utama yang diaspal Pemerintah kala itu hanya dari Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh hingga Pangkal Jembatan Tanah Kering Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau, sedangkan dari Pangkal Jembatan menuju ke-3 jurusan wilayah ekstrans tersebut pun tidak bermasalah bagi warga, karena belum banyak kendaraan angkutan hasil kesuksesan usaha petani seperti sekarang ini.

Dikatakan Alif, ada beberapa faktor penyebab ruas jalan diwilayahnya itu berubah bentuk bahkan mirip rawa-rawa itu efek dari percepatan usaha ekononi masyarakat sukses, banyak kendaraan angkutan yang memuat hasil produksi usaha milik warga melebihi tonase dan tidak dengan serius kinerja Wakil Rakyat dan Pemerintah Banyuasin dalam penerapan pembangunan khususnya mengenai sarana transpotasi jalan darat dan jembatan.

Efek dari minimnya kesadaran warga yang sudah sukses, usahanya lanjut Alif, ditambah dengan buaian manis para elit politik akhirnya hampir menyeluruh ruas jalan utama dalam Kecamatan Pulau Rimau berubah bentuk, apakagi datang hujan boleh dibilang di wilayah Pulau Rimau tak ada lagi namanya Jalan Kabupaten, karena semuanya berubah mirip kubangan kerbau saja, tegasnya.

Sebagai Pemuda yang juga sebagai pendidik disalah satu lembaga pendidikan di Pulau Rimau hanya dapat berdoa dan berharap agar ada keseriusan dari wakil rakyat di DPRD baik di Kabupaten, Provinsi maupun di Pusat termasuk bagi Pemkab Banyuasin dan Pemprov Sumatera Selatan supaya direalisasikan janji politiknya waktu meminta dukunganya ketika belum menduduki jabatanya dan masyarakat dalam wilayah Kecamatan Pulau Rimau yabg sudah Sukses usaha transpitasinya juga mentaati jangan melebihi tonase dari kwalitas sarana jalan, pesan Alif yang sudah mengaku lelah dan prihatin merasakanya dengan kondisi jalan utama di wilayah Kecamatan Pulau Rimau yang kian hancur.

Kepada masyarakat dalam wilayah Kecamatan Pulau Rimau yang terbilang belum berhasil serta kepada adik-adik serta anak-anak pelajar yang merasakan kesengasaraanya saat melintas saat hendak menuju kesekolah atau pulang untuk bersabar jika datang hujan berendam kedalam lumpur jika datang kemarau bersolek dengan debu, ungkap Alif sekaligus menutup perbincanganya.

Terpisah, hal senada diungkapkan Tokoh Masyarakat Banyuasin Syamsuri HAJ, kehancuran ruas jalan utama dalam wilayah Kecamatan Pulau Rimau itu kesalahan dari warganya disana sendiri, kalau warga yang sudah sukses disana menyadari kalau datang hujan supaya membatasi aktivitas usaha transpotasinya dan mohon dimaklumi bagi wakil rakyat dan Pejabat dari Pemkab Banyuasin maupun dari Provinsi Sumatera Selatan kalau belum bisa wujudkan janji politiknya.

Kalau saya ditanya prihatin dengan kondisi kehidupan warga disana itu sudah sejak dulu, tapi faktanya politik sekarang malah lebih parah lagi dibanding zamanya ada di Parlemen dulu.

Sebenarnya kalau program Pemkab Banyuasin yang sekarang ini sangat transparan dengan semboyanya menuju Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera, tapi entah kapan bisa diwujutkan, namanya saja janji politik itu sudah biasa, yang penting masyarakat Banyuasin kudu sabar jang, harapnya seraya menambahkan “memang utamanya sarana jalan utama itu baik semua aktivitas berjalan lancar”.

Sementara berita ini ditayangkan belum dikonfirmasikan ke pihak wakil rakyat baik dari Dapilnya maupun pada komisi yang membidanginya di DPRD Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan termasuk kepada Dinas terkait di Pemkab Banyuasin maupun Wakil Rakyat dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan khususnya dari Dapil Banyuasin. (waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *