Menuduh Suami Berselingkuh, Anak dan Emak Kroyok Bini Tetangga

Banyuasin, MNN- Diduga tidak tahan mendengar hasutan dari mulut kemulut tetangga bahwa menjadi selingkuhan suaminya, emak bersama anak gadisnya warga satu Desa itu tega melakukan penganiaya dan pengeroyokan bini tetangganya sendiri, tidak terima korbanya melapor ke Polisi.

Begini pengakuan Was sebagai suami DA warga Kampung Proyek Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang tercatat menjadi korban penganiayaan dengan cara dikeroyok oleh pelaku berinisial Har sebagai emak dan WM sebagai anak yang tercatat masih beralamat satu Desa.

Penganiayaan dengan modus pengeroyokan tersebut asal muasalnya Har terhasut oleh tetangganya bahwa suaminya berinisial Keling itu berselingkuh dengan DA, kejadian ke-3 kalinya kami lanjutkan kepolisi, karena yang pertama dan keduanya hanya cekcok mulut saja tidak sampai beradu fisik dan dapat direda ditempat dan puncaknya terjadi Minggu (26/1/2020) sekira pukul 17.30 wib tatkala korban DA bersama balitanya mengendarai motor pulang dari cauter mengisi pulsa dihadang oleh kedua pelaku yang tanpa bincang langsung melepaskan bogem mentahnya kepada bagian tubuh korban.

Kalah banyak dan korban mempertahankan balitanya jadi bulan-bulanan dari amukan emak dan anak sebagai pelaku dan korban mengalami luka lebam di bagian kepala, lengan tangan kiri, bagian paha dan sempat mengalami muntah-muntah setelah tendangan kearah perut oleh pelaku Wm.

“Logikanya kalau memang istri saya berselingkuh, tentunya saya sendiri yang marah terhadap istri saya, karena masih bertetangga saya lebih baik mengalah, sepertinya sudah tidak bisa diajak baik-baik justru pakai mengancam dan mengatakan bahwa kedua anak saya itu dikatakan pelaku itu abao hasil selingkuh dengan suaminya, tentu saya habis kesabaran biar polisi yang memproses perkaranya”, beber Was dengan nada kesal.

Was menambahkan, dipikir perkaranya cukup diselesaikan ditingkat Desa saja, namun perangkat Desa Sukamulya tak sanggup ngurusi dan disarankan pihak korban melaporkan ke Polisi, malamnya kejadian itu didampingi Ketua RT.02 datang ke Mapolsek Betung dan disana diberi petunjuk dan menunggu sampai 3 hari tidak ada kejelasan, maka pihak korban disarankan melapor ke Mapolres Banyuasin pada (29/1) lalu.

Memang kata Was, saat melapor kami tidak membawa saksi, tapi saat diterima laporanya nama-nama orang yang mengetahui peristiwa itu kami sebutkan namanya dan oleh Polisi yang menerima laporan itu dicatanya semua. Tujuan kami pihak korban memberikan data kronologi kejadian ini selain supaya diekspos juga diketahui sejauh mana proses hukum yang di Kepolisian, tanyanya sekaligus menyuadahi perbincangan wartawan media ini Kamis malam (13/2).

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar Aliya Sukmana saat diminta konfirmasinya terkait insiden yang dilaporkan pihak korban dibenarkan bahwa ada laporan itu dan sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan perkara itu dan untuk melengkapi berkas perkaranya masih menunggu keterangan dari saksi-saksi, katanya. 

Saat berita ini ditayangkan pihak pelaku Har dan Wm belum diminta konfirmasinya, termasuk para saksi-saksi saat terjadi aksi penganiayaan dengan modus pengeroyokan terhadap korban DA mengetahui bahkan melerai.(zul/yok)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *