Bangkrut, Ratusan Pekerja Pt. KSL Tuntut Pesangon

Banyuasin, MNN- Sedikitnya ada 260 pekerja sebagai karyawan tetap Pt. Karya Sawit Lestari (KSL) yang berdiri di Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan menuntut pesangon setelah perusahaan pengelolaan buah sawit tempatnya bekerja selama ini telah dinyatakan bangkrut.

Untuk 260 pekerja tercatat sebagai karyawan perusahaan permanen dan 160 orang tenaga kerja sebagai buruh bongkar telah diputuskan hubungan kerja terhitung sejak 30 Agustus 2019 lalu. Semua karyawan tersebut telah dirumahkan, namun sampai saat ini pun tidak ada kejelasan tentang pasangonya, ujar Taufik saat dijumpai wartawan media ini (19/2/2020).

Menurutnya tidak masalah kami pekerja ini dirumahkan bahkan di PHK, tapi harus jelas-jelas aturanya sebab setatus kami sebagai pekerja sudah menjadi karyawan tetap sudah belasan tahun, maka kami bersama rekan-rekan menuntut hak sesuai dengan aturan pemerintah tentang pesangon.

Dikatakanya, semenjak kami pekerja ini dirumahkan hingga saat ini tidak ada kejelasanya masalah sisa gaji dua bulan Nopember – Desember 2019, sedangkan kami di PHK terhitung 30 Agustus 2019 tetapi dari bulan Agustus -Desember itu belum diketahui saat itu, maka saat kami dirumah selama dua bulan masih dibayar gaji pokok saja itu sampai bulan oktober 2019.

Masih kata dia, selama ini juga pernah melalui Lembaga Serikat Buruh KSBSI melakukan berbagai aksi baik di Perusahaan maupun di Kabupaten Banyuasin menuntut pesangon sesuai dengan aturan pemerintah, namun hingga saat ini juga belum ada kepastian kapan pesangon itu akan diterimanya, terakhir ini kami menuntut jaminan kerja Jamsostek BPJS, sambung Runtam.

Rustam berharap kepada perusahaan supaya hak-hak kami sesuai dengan ketentuan supaya direalisasikan, karena selama kami dikaryakan diperusahaan itu segala pikiran dan tenaga kami untuk perusahaan dan kami di putuskan, tentunya perusahaan segera memberikan hak-hak kami, jangan malah kami ini dipermainkan.

Sedangkan dalam aturan ketenagakerjaan yang kami ketaui selama ini untuk pesangon yang tercantum dalam Peraturan Kerja Bersama (PKB) bahwa untuk besaran pesangon itu jika kerja satu tahun pesangonya satu bulan gaji, sementara kami ini sebagai karyawan telah bekerja rata-rata di atas 10 tahun bahkan ada yang sudah 15 tahun, yang artinya sejak perusahaan itu berdiri dan itu bukan termasuk dana Jamsostek BPJS yang jelas itu ada dalam rekap gaji selama kami menjadi karyawan, itulah yang kami tuntut, ungkapnya sekaligus menutup perbincanganya.

Sangat disayabgkan hingga berita ini ditayangkan dari pihak Menegemen perusahaan Karya sawit Lestari (KSL) belum diminta konfirmasinya.(zul)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *