Damai Dengan Syarat Hutang Lunas,MAR Harus Menerima Dugaan Kekerasan Oleh Oknum Pol.pp Tubaba

Tulang Bawang Barat (MNN)–Terkait adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu oknum pol.pp Iwan disebut dalam surat laporan polisi  terhadap seorang anak dibawah umur MAR(12) warga kagungan Ratu, kacamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat akhirnya berujung damai.


Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kabupaten Tulangbawang Barat mengatakan proses perdamaian itu dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak.


Dalam penjelasan Sekretaris LPA mengatakan hanya melakukan pendampingan dalam proses hukum yang menurutnya LPA tidak didalam kesepakatan perdamaian tersebut.

“Jika kedua belah pihak antara korban dan pelaku, sudah sepakat melakukan perdamaian, maka LPA tidak menjadi para pihak dalam perdamaian tersebut,” kata Ari Gunawan Tantaka mewakili ketua LPA Tubaba Edi Anwar,Selasa(24/3/2020).


Berkenaan dengan proses hukum pihaknya dari awal sudah menyerahkan ke polres Tulang Bawang Barat.”Untuk Posisi hukum nya, kami serahkan ke pihak berwajib,  yaitu Polres Tulang Bawang Barat.LPA akan tetap melakukan pendampingan Anak berhadapan dengan hukum, khususnya berkaitan dengan pemulihan Psikologi anak (rehabilitasi),” tegasnya.

Melalui via celulernya Kasat Reskrim polres Tulangbawang Barat mengatakan bahwa proses perdamaian sudah dilakukan dengan didampingi kepala Tiyuh.


“Tadi sore lagi proses mediasi untuk damai kedua belah pihak,terlapor dan pelapor,” kata Andri Gustami kasat Reskrim polres Tubaba mewakili Kapolres Tubaba AKBP. Hadi Saepul Rahman , Selasa(24/3/2020).


Lanjutnya,dalam pertemuan tersebut disepakati perdamaian antara pelapor dan terlapor.”Ya meraka bersepakat damai dan membuat surat perdamaian yang diketahui kepala desa,” jelasnya.


Saat disinggung terkait proses perdamaiannya seperti apa dalam isi surat tersebut Andri Gustami mengarahkan ke bawahannya Kanit Reskrim.”Coba tanya pak Amir yah, dia yang lebih paham,” tutupnya.

Sementara itu, Amir Kanit Reskrim mengatakan proses perdamaian telah berlangsung di polres Tulangbawang Barat dengan disaksit beberapa orang yang ikut hadir.


“Sudah sepakat damai kedua belah pihak,disaksikan kepala Tiyuh Pak Tri ,dari LPA,” ujarnya Amir.

Atas kesepakatan damai tersebut maka proses hukum diberhentikan.”Jadi ibu korban ini minta permohonan pencabutan laporan ke pimpinan kita,pihak terlapor juga minta maaf gak mau mengulangi perbuatannya lagi.Dalam tuntutan isi surat perdamaian disepakati hutang korban sebesar Rp.1.850.000 lunas,kalau tuntutan materi yang lain tidak ada,” tukasnya.


Informasi sebelumnya,terhembus kabar bahwa pihak Terlapor akan melakukan penuntutan balik kepada pelapor apabila terlapor tidak terbukti melakukan perbuatan kekerasan pada MAR(12) tersebut, namun berbanding terbalik yang terjadi terlapor mengajak damai pelapor, dengan syarat hutang pelapor Rp.1.850.000 kepada terlapor lunas. MAR(12) harus menerima semua dengan syarat yang diajukan ibunya kepada terlapor, ya apalah daya seorang anak kecil yang tak tau menau harus mengikuti keputusan orang tua meski dirinya yang diduga diperlakukan kekerasan oleh oknum pol.pp Tubaba harus berhenti dan ditutup kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya berdasarkan  laporan polisi nomor LP/B-33/IV/2020/POLDA LAMPUNG/RES TUBA bahwa, terduga WN oknum Pol pp Tubaba diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur.


Kepada wartawan korban MAR(12) menceritakan bahwa, pada saat terlapor hendak mencari ibu korban, karena menagih hutang di kediamannya ternyata ibu korban tidak ada dirumah. Lalu terlapor menyuruh korban untuk mencari ibunya, setelah dicari oleh korban ternyata tidak ketemu.


“Bang ibu enggak ketemu,” katanya kepada terduga pelaku. 


Namun dijawab pelaku. “Mencari berjam-jam enggak ketemu, “kata korban meniru ucapan pelaku.


Merasa tidak puas dengan ucapan korban lalu pelaku kembali meminta korban untuk mencari kembali sang ibu yang di maksud pelaku.


“Pipi sebelah kanan Saya langsung di tampar abang itu, terus dia minta saya untuk mencari ibu lagi. Setelah saya cari enggak ketemu lagi saya pulang kerumah abang itu udah enggak ada lagi dirumah,”cerita korban, usai melaporkan kejadiian yang ia alami ke polres setempat jumaat (13/3) lalu.


Sementara ibu korban Tarwiyah mengaku memang oknum koperasi tersbsut, sangat kasar ketika sedang menagih dirinya.
“Ya mas memang dia(terduga pelaku) itu sangat kasar Kalau dia nagih, sering marah-marah dengan saya kalau saya belum ada duit,”ungkapnya.

(Reki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *