Kondisi Warga Korban Banjir di Tukil Kian Memprihatinkan

Banyuasin, MNN- Selama 4 bulan ini bertahan hidup dalam genangan air, warga didua Desa di Kecamatan Tungkal Ilir (Tukil) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini kondisinya kian memprihatinkan. Mereka mengahadapi ancaman kelaparan karrna stop pangan mulai menipis, sementara baru dapat bantuan pangan berupa beras 2 kg dan Mie 2 bungkus dan itupun pada pertengahan bulan Ramadhon lalu yang konon katanyabitu bantuan dari CSR Perusahaan se-Kabupaten yang dierahkan ke Pemkab Banyuasin untuk dibagikan pada masyarakat dalam 21 Kecamatan dan itulah dapatnya dan juga ada bantuan dari Dinsos Pemkab Banyuasin berupa 15 buah telor dan 10 bungkus Mie khusus untuk nak Yatim Piatu dan Kaum Lansia, terang Muhtar Kades setempat saat ditanya wartawan via WhatsApp (25/5/2020).

Dikatakan Muhtar, untuk bantuan lainya belum ada baik berupa Bantuan Labgsung Tunai (BLT) yabg katanya tiap Kepala Keluarga (KK) boleh Rp 600 ribu itu baik melalui Dana Desa, Kemensos, maupun dari APBN dan katanya dana itu akan dicairkan usai hari raya Idhul Fitri 1441 H ini, tapi kapan tepat hari tanggalnya.

Masih menurutnya, dua desa yang sudah 4 bulan terendam air dari Februari 2020 itu Desa Karang Anyar dan Desa Karang Mulya bahkan sudah ada warganya yang terpaksa harus mengungsi sebab mereka menghadapi ancaman kelaparan juga adanya ancaman berbagai penyakit bagi keluarganya ditambah adanya isu virus yang menambah bingung.

Dijelaskan Muhtar, penyebab banjir yang berlangsung lama ini akibat adanya pendangkalan Saluran Primer, sehingga tiap datang hujan tidak lebat pun airnya langsung genangi tempat permukiman warga ditambah air laut pasang, jadi genangan air merendam rumah dan lahan usaha warga hingga setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Apa lagi rumah warga yang berada dibantaran saluran primer dan posisi rendah sudah tidak dapat ditempati.

Lebih jauh kata Muhtar, masalah pendangkalan saluran Primer itu semenjak menjadi Kades setiap musyawarah Desa dan Musayawarah Kecamatan bahkan setiap ada reses anggota DPRD Kabupaten Banyuasin selalu saya usul paling depan meminta untuk dilakukan pengerukan, tetapi buktinya hingga warganya 4 bulan dalam genangan air masih saja belum belum ada durealisasikan dan itu bukan hanya sekali diusulkan setiap datang kekantor camat Tungkal Ilir dan ke Kabupaten selalu meminta supaya dilakukan pengerukan dan pengerukan saluran primer yang ada didesanya.

Hal serupa juga diusulkan Ngatimin Kades yang warganya juga menjadi korvan banjir saat diminta konfirmasinya sudah mengusulkan sama yang dijelaskan Kades Muhtar, tetapi hasilnya msih “O” dan ini dampaknya kelaparan, jalan darat terputus melalui jalur air kondisi saluranya dangkal, timpal Sarkem warga setempat.

Sarkem menambahkan, jika dalam sebulan ini tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, nasib kehidupan yang dialami warga dua desa ini tidak diketahui lagi, entah apa yang akan dilakukan hanya sekedar untuk hidup keluarganya.

Kata Sarkem, satu musim tanam padi sudah tidak bisa, panen buah sawit pun tidak bisa, transpotasi jalan darat terputus karena berbulan-bulan digenangi air, sementara bantuan yang didapat entah dari mana datangnya, baru  ada 2 kilo beras dan 2 bungkus mie dan bagi anak yatim piatu serta kaum lansia boleh 10 bungkus mie dan 15 butir telur itu saja.

Bagi warga yang ekonominya mampu saat ini masih bisa bertahan pun stok sudah menipis dan bagi warga yang punya kartu bantuan pemerintah masih bisa bertahan hidup tetapi hanya itu stoknya, usaha tambahan lain sudah tidak bisa lagi, mau usaha diluar desa diancam Covid-19, jadi kami ini tinggal menunggu mautnya saja, ungkapnya dengan nada emosi.

Sementara Pemkab Banyuasin melalui Kepala Dinas Sosial Alamsyah Rianda saat diminta konfirmasinya menjelaskan masalah warga di Kecamatan Tungkal Ilir itu belum lama ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan melalui BPBD, katanya.(waluyo).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *