Kades dan Ketua BPD Sukamulya Sama Bingungnya #Masalah Covid Bisa Mengacam Jabatanya


Banyuasin, MNN- Menyikapi aksi masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan terkait penyaluran bantuan dana covid Kepala Desa (Kades) dan Ketua BPD Sukamulya saat ditanya wartawan jawabanya sama bingungnya, sementara dari ratusan warga yang mengepung kantor desanya banyak tuntutan, selain minta dapat dana BLT covid, mibta usut dana pengadaan Posko dan Masker sampai warga membuat penyataan Kades Lengser.

Dari 1.310 jumlah KK terkait covid yang mendapat bantuan dana covid hanya terealisasi 178 awalnya dikurangi lagi 1 KK menjadi 177 KK, karena dananya tidak cukup akhirnya atas nama Darmanto diurungkan dan sebanyak 177 KK itu merupakan warga Miskin Baru (Misbar), terang Sekdes Sukamulya sebelum ratusan warga datang mengepung kantornya (27/5/2020).

Exif_JPEG_420

Kades Sukamulya Eko Susanto saat ditanya wartawan dari 1.310 KK selain anggota TNI, Polri dan ASN serta Karyawan BUMN aktif berapa yang diajukan untuk mendapatkan dana covid dikatakan ada sekitar 500 an KK, tapi yang direalisasi hanya 177 KK itu dari bantuan covid dari Dana Desa.

Eko menambahkan, bagi warga yang belum tercantum pada dana covid DD itu, nanti masih ada lagi warga yang dapat dari bantuan lain, sebab masih ada dana covid dari Kemensos, APBD dan APBD juga ada Bantuan Sembako juga, katanya dengan nada terputus-putus penjelasnya terlihat bingung menguraikanya.

Exif_JPEG_420

Sedangkan Ketua BPD Sukamulya Joko diruang kerja Kades saat ditanya wartawan terkait covid mengatakan kalau secara prosedur yang dilakukan Kades Sukamulya itu sudah dianggap benar, tetapi tepat atau tidak pada sasaranya itu pihaknya tidak begitu jelas, sebab data nama siapa yang sudah mendapatkan dana itu pihaknya tidak paham.

Terkait aksi warga itu lanjut Joko, mengaku bingung sebab yang dituntut warga bukan hanya masalah bantuan dana covid saja, melainkan ada dana pengadaan Masker dan Posko, juga ada penyataan tertulis warganya yang mendesak Kadesnya lengser dari jabatanya.

Harapan Joko, meminta agar warga Sukamulya tidak terpropokasi dan mari mebcari solusi yang terbaik yang menjadi tuntutan, agar bisa terealisasi dan jangan bertindak anarkis dan silahkan sampaikan apa yang menjadi keinginanya supaya sama-sama mendapat jalan terbaik, pungkasnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *