Pemberitahuan dan Jarak Tempuh Yang Membuat Alasan Terlambatnya Armada Damkar

Tulang Bawang Barat (MNN)–Terkait keterlambatan Armada Damkar kabupaten Tubaba yang ingin menjinakkan kobaran api yang terjadi di Tiyuh Panaragan  Minggu (28/6/2020) kemarin, kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol.PP) kabupaten Tulangbawang Barat angkat bicara.


Dikatakannya, pemberitahuan dari masyarakat yang melapor adanya kebakaran itu sudah hampir 1 jam dari awal kejadian kebakaran kios tersebut.
“Jadi menurut laporan yang saya terima dari Kabid damkar pak Budiman bahwa, masyarakat memberitahu pukul 16.54 wib, jadi pukul itu juga anggota langsung menuju TKP dengan 3 mobil damkar sehingga menelan waktu kurang lebih 30 menit, kemudian di TKP tidak memungkinkan karena di hadang massa sehingga balik kanan menuju posko kembali pada pukul 17.58, jadi jarak tempuh pos ke TKP 20 kilo meter tidak mungkin bisa ngebut karena bawa air,” kata Sujatmiko saat di konfirmasi di ruang kerjanya ,Senin(29/6/2020).


Meskipun demikian pihaknya terus mengevaluasi apa yang menjadi kritikan dan saran Masyarakat.
Dirinya juga menjelaskan tidak ada persoalan lain karena menurutnya berkenaan dengan personil dan mobil sudah siap siaga bahkan tidak ada kendala.


Menurutnya ada 7 mobil yang ada dana perawatan jadi tidak ada kendala masalah kendaraan, namun dirinya tetap bersisi keras bahwa kejadian itu merupakan pemberitahuan serta jarak tempuh yang jauh.


“Terkait personil dalam satu hari 1X24 jam yang piket ada 10 orang, berkenaan dengan mobil tidak ada kendala atau rusak ada perawatannya dalam satu tahun cuma saya lupa berapa, kedepan akan kita cari solusinya , seperti menyiapkan call center khusus untuk damkar,agar masyarakat tubaba mudah untuk menghubungi kami, segera kita pasang call center ini,” jelasnya.


Disinggung adanya kerusakan pada armada damkar oleh massa dirinya menyayangkan atas ke anarkisan massa yang sudah merusak aset daerah kabupaten Tulangbawang Barat.
Dijelaskannya lagi dalam kerusakan tersebut yakni kaca spion dan kaca samping mobil damkar.


“Saya ikut bela sungkawa adanya musibah kebakaran itu, tapi sangat di sayangkan kalau sampai massa merusak aset daerah milik negara, hari ini Kabid lagi berkoodinasi dengan Polres untuk menindaklanjuti kerusakan itu, apakah mau di laporkan atau tidak hari ini lagi koordinasi,” pungkasnya.(Reki).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *