LAGI, DIDUGA TANPA MENGANTONGI IZIN PULUHAN ALAT BERAT MIGAS KUCING KUCINGAN MELINTAS DIJALAN ASPAL PURUN – BETUNG KABUPATEN PALI

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Entah sudah berapa ratus miliar uang rakyat yang sudah digunakan untuk membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan. Tujuan Pemerintah membangun sarana jalan mulus tiada lain agar aktivitas perekonomian masyarakat sehari hari lancar yang pada akhirnya terwujudnya kesejateraan masyarakat disana.

Pemerintah sudah membangun jalan menggunakan uang rakyat, maka wajib bagi masyarakat setempat untuk memelihara dan menjaga sarana jalan tersebut dari segala aktivitas yang bakal mengancam kerusakan sarana jalan yang sudah bagus. Misalnya melarang kenderaan berat yang melampaui MST melewati sarana jalan yang bukan kelasnya, terkecuali ada jaminan atau rekomendasi dari instansi yang terkait sebagaimana Pasal 162 ayat (1) UU LLAJ hurup f. Jangan sampai ada praktek praktek oknum tertentu yang sewenang wenang membolehkan, mengbackup alat berat melintas hanya karena kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya.

Karena jika tidak maka sangat kerugian bagi masyarakat setempat bila sarana jalan tersebut kembali rusak dan Pemerintah akan kembali menganggarkan uang rakyat untuk membangun dan menperbaiki sarana jalan itu kembali, sementara pihak perusahaan bebas saja menggunakan jalan rakyat .

Sebagaimana Pasal 19 UU LLAJ,
jalan kelas II, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 (dua ribu lima ratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 (dua belas ribu) milimeter, ukuran paling tinggi 4.200 (empat ribu dua ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton dan jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 (dua ribu seratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 (sembilan ribu) milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton.

Senin (13/11/2018),sekitar pukul 02.WIB, warga Desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) disontakan dengan deru mesin mobil mengangkut alat berat pengeboran migas menggunakan sarana jalan aspal Kabupaten PALI dari Desa Betung Kecamatan Abab menuju lokasi pengeboran migas disinyalir untuk lokasi PT Pertamina Ubep Adera di desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan.

Dari pantauan portal ini, Ada 15 unit kenderaan mengangkut alat berat melintas dijalan aspal desa Betung Abab – Purun Penukal Kabupaten PALI.

Dari infirmasi yang didapat bahwa mobilisasi kenderaan pengangkut alat berat ini bukanlah pertama kali, tapi sudah berkali kali menggunakan sarana jalan aspal tersebut.

Warga Desa Purun berupaya mencegat dan menghalangi kenderaan berat tersebut lewat; namun warga merasa takut karena kenderaan berat tersebut dikawal oknum yang diduga dari aparat.

” Sarana jalan aspal ini baru saja diperbaiki, dibangun dengan dana Miliaran, sekarang dilewati kenderaan pengangkut alat berat perusahaan Migas, kami kwatir sarana jalan ini kembali rusak ” Keluh salah seorang warga yang ikut mencegat kenderaan berat tersebut.

” Ada dugaan kuat kalau melintasnya kenderaan berat ini tidak mengantongi izin resmi dari instansi yang terkait ” Tukasnya.

” Kalau begini terus, sewenang wenang melewati alat berat dijalan aspal, tanpa izin resmi, sangat perlu diusut oknum siapa yang bermain  ” Pungkasnya.

Sementara itu terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penukal Abab, Topo waktu dikonfirmasi portal ini dia mengatakan semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PALI, dia tidak perna menerima laporan, atau mengeluarkan izin untuk melewati alat berat tersebut. Ucapnya.(Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *