Pt. TFJ Sukomoro Mengklarifikasi Pemberitaan Terkait Limbah

Pt. TFJ Sukomoro Mengklarifikasi Pemberitaan Terkait Limbah Diduga Resahkan Warga Penyangga

Banyuasin,medianusantaranews.com- Terkait pemberitaan masalah limbah diduga dari usaha Pt. Mayora di Kelurahan Sukomoro, pada kesempatan ini perusahan tersebut melakukan klarifikasi untuk memberikan “Hak jawabnya”.

Untuk menjawabnya langsung disampaikan Factory Manager oleh Sylvianto KL dan Kabag Humas Syarkowi, SH berita dari medianusantara.news.com yang ditayangkan tgl 25 november 2018 dapat kami
jelaskan sebagai berikut. Pertama kami sangat menyesalkan berita dari medianusantara news.com tanggal 25 nov 2018 dgn judul berita RIBUAN IWAK KOLAM MILIK WARGA INI DI DUGA MATI TETCEMAR LIMBAH PT MAYORA yg tidak melalui konfirmasi terlebih dahulu ke pihah Pt. Tfj karenanya berita yg di muat adalah tidak berimbang.

Terkait berita tersebut tgl 26 november pihak kami telah mengundang kapolsek untuk melihat langsung pengolahan limbah pabrik kami hasilnya proses WWTP kami bagus.outlet air yg keluar bening. Dsn fishbond ikan mas hidup dgn baik.
Air yg sudah di olah dan memenuhi baku mutu terhadap PH.BOD. COD dan TSS. baru kita keluarkan ke badan sungai sesuaii ijjn IPLC yg di keluarkan Dinas lngkungan hidup kab banyuasin.

Kemudian kami dan kapolsek talang kelapa datang langsug ke lokasi yg di sebutkan medianusantara berjarak 2 km dari pabrik PT TFJ dari hasil pengamatan lapangan ditemukan ada genangan air warna agak hitam yg kemungkinan dari limbah pengolahan industri lain.

Sebelumnya tgl 15 oktober 2018 kami mengundang perwakilan warga rt 22.23 dan 24 yg dimpimpin sdr sumitro dan pihak DLH kab Banyuasin untuk visit ke pabrik lihat wttp kami. Hasilnya bagus outlet air warna bening
Tgl 21.nov 2018 kami juga mengundang LSM GEMAPAK visit ke pabrik kami.melihat pengolahan limbah dan merekatiga menyatakan wwtp kami bagus.

Perlu di ketahui bahwa pt tfj tidak akan pernah membuang limbah cair yg tdk memenuhi bsku mutu ke badan sungai hal ini bisa dibuktikan dengan hasil uji analisa air yg dilakukan oleh pihak d yg berkompeten (dinas lingkungan hidup Banyuasin).

Kami jelaskan pula bahwa tahun ini pt tfj sdh mengajukan untuk ikut audit proper dan pada saat pemeriksaan oleh team proper dari kementerian Lingkungan hidup disampaikan bahwa sistem pengolahan limbah PT TFJ dinilai sangat baik dan modetn Artinya limbah yg kami olah memenuhi baku mutu semua dan tidak ada pencemaran thd lingkungan.

Hari ini tanggal 1 Desember 2018 pukul 9.00 wib sdh km undang wartawan yg meliput berita tersebut untuk datang ke perusahaan kami dan melihat secara langsung proses pengolahan limbah yang sdh kami lakukan..tetapi sangat disayangkan sekali yang bersangkutan tidak hadir…
Demikian kami sampaikan sanggahan ini mudah-mudahan masyarakat dapat lebih bijak untuk menerima informasi yang baik..Terima kasih
Tertanda Factory Manager Sylvianto KL dan Kabag Humas Syarkowi, SH.

Terkait tidak hadirnya wartawan ini dari undangan dari perusahaan, karena ketidakjelasan tanggalnya, begini isi undangan yang disampaikan dari perusahaan.

“Selamat siang Pak, Kami mengundang bp selaku koordinator media Nusantara news dan wartawan yg menulis berita tersebut untuk datang ke perusahaan kami ” besok jam 9.00 wib” sekaligus melihat sistem pengolahan limbah yg sdh km lakukan.. setelah itu kami akan sampaikan hak jawab kami.Terima kasih Syarkowi, SH Humas mayora”.

Perlu dibaca berita sebelumnya
RIBUAN IWAK KOLAM MILIK WARGA INI DIDUGA MATI TERCEMAR LIMBAH PT. MAYORA

Kolam iwaknya tercemar ribuan ekor iwak dikolamnya warga ini mati dan kerugian mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah

Banyuasin,medianusantaranews.com- Kepada wartawan media ini Usman (48) Dusun Tanjung Sari RW 06 Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan mengeluh, Pasalnya, kolam iwak miliknya diduga tercemar limbah cair dari usaha Pt Mauora, sehingga ribuan iwak dikolamnya mati semua.

Menurut Usman, sampai saat ini perusahaan itu masih membuang limbahnya dialirkan anak sungai Gasing dan masuk kedalam kolam tempat Budi daya ikan air tawar.

Terdampak dari limbah cair yang meluber dari bak penampungan, kemudian mengalir sebagian airnya masuk kedalam kolam akhirnya semua iwak yang ada didalam kolam itu mati mengapung.

Kerugian terdampak dari pencemaran itu diprediksi mencapai puluhan juta rupiah, karena tak seekor ikan yang ada di kolam miliknya yang dapat dijual, karena semuanya mati secara mendadak dan saya sudah melaporkan kepada Ketua RW 06 Sukomoro Sujiono saja, jelasnya seraya menambahkan bukan kolam miliknya yang ikut tercemar, melainkan yang punya kolam iwak disepanjang aliran ini semuanya tercemar.

Sujiono Ketua RW 06 yang sempat dikonfirmasi (26/11/2018) membenarkan ada laporan warganya kalau kolam iwaknya tercemar diduga dari cairan limbah Pt Mayora.

Masih memurutnya, sebenarnya kolam iwak milik warganya banyak tercemar, tetapi yang sudah lapor baru pak Usman, mungkin tidak lama lagi akan banyak yang melapor, sebab memang air kolamnya terlihat tercemar.

Untuk itu saya akan melaporkan ke Bupati dan ke DPRD Banyuasin, sebab sudah tidak ada toleransi lagi dengan kerugian warganya, kalau dinilai bisa mencapai ratusan juta rupiahlah kira-kira, tutupnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Banyuasin Arisa Lahari saat diminta konfirmasinya mengaku sudah mendengar informasi itu dan bel lama ini juga ada warga di situ yang tercemar air sumurnya dan sudah ada kesepakatan pihak perusahaan bersedia membuatkan sumur bor.

Dikatakan Lahari, jika memang ada kolam ikan milik warga juga tercemar dan ikanya banyak yang mati, pihak perusahaan harus melakukan penggantian atas kerugian yang dideritanya, termasuk memulihkan kembali kolam-kolam itu tidak tercemar sehingga bisa dijadikan pengembangan usaha ikan oleh pemiliknya.

Terkait hal tersebut sayangnya pihak perusahaan yang diduga limbah usahanya mencemari kolom milik warga penyangga belum ada yang bisa di minta konfirmasinya(Mitro)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *