WOW, 8 TAHUN KABUPATEN PALI, BEGINI KONDISI AKSES JALAN PURUN – TANAH ABANG

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Untuk diketahui bahwa akses jalan dari Desa Purun Kecamatan Penukal menuju Desa Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang atau sebaliknya, merupakan jalan utama, warisan ketika Kabupaten PALI masih bergabung dengan Kabupaten Muara Enim.

Ketika masih bergabung dengan Kabupaten Muara Enim, akses jalan ini selalu baik, karena memang selalu dipelihara setiap tahun oleh APBD Kabupaten Muara Enim ketika itu.  Dan pada prinsipnya, memang harus begitu mengingat akses jalan ini merupakan akses jalan utama yang dibutuhkan masyarakat banyak.

Namun setelah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah otonomi baru (DOB), bahkan sudah memasuki usia yang ke 8 tahun. Belum perna akses jalan Desa Purun – Desa Tanah Abang kondisinya seburuk seperti saat ini.

Kondisi ini terkesan menimbulkan opini  bahwa Pemerintahan Kabupaten PALI tidak terlalu peduli dengan kepentingan masyarakat Kabupaten PALI. Mala Pemerintahan Kabupaten PALI disinyalir disibukan dengan urusan proyek proyek yang tidak dibutuhkan masyarakat, banyak contohnya kalau ditelusuri secara seksama pembangunan proyek embung dan normalisasi sungai yang bernilai Miliaran Rupiah namun tidak dibutuhkan masyarakat PALI. Bahkan yang lebih parah lagi mala proyek proyek aspirasi DPRD Kabupaten PALI diduga bukan diperuntukan bagi kepentingan masyarakat PALI melainkan banyak dialokasikan kepada proyek proyek infrastruktur yang tidak dibutuhkan masyarakat PALI. Dalam hal ini terkesan oknum DPRD hanya sibuk mencari lahan proyek masing masing yang bukan berdasarkan aspirasi masyarakat Kabupaten PALI.

Akses jalan Desa Purun – Tanah Abang, kondisinya saat ini memang sangat memperhatinkan. disepanjang jalan itu sudah dipenuhi lobang lobang, nyaris sudah berbentuk kolam dijalan raya.

Padahal akses jalan utama milik Kabupaten PALI ini (Bukan jalan milik perusahaan) sangat vital, karena akses  jalan inilah yang menghubungkan Kecamatan Penukal dan Kecamatan Tanah Abang.

Saat ini, akses jalan ini nyaris putus. Para pengguna jalan pun tak henti henti mengeluh ketika melewati akses jalan ini. Pemerintahan Kabupaten PALI terkesan tutup mata dan tutup kuping. Aspirasi masyarakat PALI tak kunjung direspon pemerintah PALI.

Memang akses jalan ini hampir setiap tahun dianggarkan dalam proyek peningkatan jalan di APBD Kabupaten PALI Namun anehnya akses ini tidak kunjung baik. Apakah memang mutu dan kwalitas proyek peningkatan sarana di Kabupaten sangat buruk. Sehingga terjadinya dari tahun ke tahun yang terjadi ” membangun disini rusak disana, membangun disana rusak disini “, begitulah terus menerus.

Saat ini, diakses jalan ini, setidaknya terdapat 10 titik kerusakan yang sangat parah. Akibatnya akses transportasi masyarakat untuk membawa hasil perkebunan, mobilitas pedagang pasar kalangan, maupun pengendara yang hendak menuju atau dari Kota Prabumulih dan Palembang kini terhambat.  Akses jalan yang seharusnya bisa dilalui dalam beberapa menit saja, namun saat ini para pengguna jalan harus berjuang keras dan penuh kehati hatian memilih bagian jalan agar tidak terjebak dan mengalami kecelakaan.

“Beberapa kali ada mobil yang terlumpur dan tak bisa melintas karena lobang yang sangat dalam. Oleh karena itu disarankan tidak lewat di jalan ini dulu sebelum diperbaiki,” cetus Redo, salah satu pengendara yang kebetulan bertemu di lokasi, Sabtu (08/01/2022).

Jalan pintas yang disarankan adalah melalui Desa Pengabuan Kecamatan Abab – Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang. Meski menempuh rute yang cukup jauh karena berkeliling, namun jalan di sana masih relatif  baik.

“Kalau mobil pendek. Seperti sedan, maupun Multy Purpose Vechiles (MPV) seperti Avanza baiknya tidak melintas di sini. Lobangnya memang sudah sangat dalam,” imbuhnya.

Atas kondisi memprihatinkan tersebut, masyarakat telah menyampaikan aspirasinya melalui beragam saluran, terutama media sosial. Di Facebook contohnya. Beberapa netizen terlihat telah memposting foto jalan yang rusak, disertai caption yang pada intinya meminta agar pemerintah segera memperbaiki akses vital itu.

“Payoo pihak yang terkait untuk jalan Tanah Abang – Purun, cuka cek dulu.. sebab dak layak lagi,” ujar Akun FhansenWijaya, melalui Grup Facebook Berita Pali Terkini, Selasa (04/01/2022) lalu.

Namun demikian, meski kerap disampaikan melalui pemberitaan di media massa maupun media sosial, jalan yang telah rusak sekira hampir 1 tahun ini belum juga kunjung diperbaiki. Jikalau pemerintah peka, semestinya cukup melakukan pengerasan dahulu dengan batu krokos saja, akses vital itu tak lagi menghambat mobilitas mayarakat.

“Dapat disimpulkan pemerintah kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. Jalan ini contohnya!” celetuk Deni, salah satu sopir mobil kalangan, sembari melintas.(Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *