APRIZAL MUSLIM: KASUS KORUPSI DI SEKWAN PALI, ARIEF FIRDAUS DAN FRANS WAHYUDI JANGAN NGOMONG DOANG

Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI)
medianusantaranews.com

MENOLAK LUPA pernyataan mantan Sekretaris DPRD Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan, Arief Firdaus Arif Firdaus bin Ahmad Dahlan (47th) yang merupakan terpidana perkara kasus korupsi dana anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017, saat berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung Februari 2022 lalu.

Arief Firdaus diketahui merupakan terpidana atas perkara kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun anggaran 2017.

Dalam perkara tersebut, Arief Firdaus telah menyalahgunakan jabatannya sebagai Sekwan dengan melakukan pengadaan fiktif yang tak sesuai seperti dalam anggaran hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp  senilai Rp 6.115.822.424,- (6,1 Miliar)

Kemudian pengadilan pun menjatuhkan vonis terhadap Arief Firdaus sebagaimana berdasarkan surat Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2021/PN Plg dengan penjara selama 15 tahun.

Namun mantan Sekretaris DPRD Kabupaten PALI Arif Firdaus, sejak dari ditetapkan sebagai tersangka hingga jadi terdakwa kemudian terpidana belum pernah menghadiri persidangan lantaran yang bersangkutan kabur. Sehingga ketika itu Kejaksaan Negeri (Kejari PALI) menerbitkan surat bahwa Arif Firdaus masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO).

Buronan/DPO Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten PALI Arief Firdaus diamankan oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung di sebuah rumah Kampung Babakan Pameungpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (08/02/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

Arief Firdaus, mantan Sekwan PALI, terpidana kasus korupsi dana di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 di vonis 15 tahun penjara.

Di sana terpidana ini bekerja sebagai penjaga pondok pesantren dan istrinya menjadi tukang masak. Empat anaknya juga dibawa ke sana.

Ada yang menarik ketika DPO terpidana Arief Firdaus ini berhasil ditangkap. Yang mana melalui Kepala Kejaksaan Negeri PALI Agung Arifyanto, terpidana Arief Firdaus berjanji akan membongkar aliran dana korupsi di Sekretariat DPRD PALI tahun 2017 senilai Rp 6,1 Miliar itu, palembang, Kamis (10/02/2022) lalu

Fihak Kejaksaan Negeri PALI pun menanggapi pengakuan terpidana Arief Firdaus itu, bahwa fihaknya akan menguber para penikmat dana korupsi sebesar Rp 6,1 Miliar itu dengan mengembangkan informasi dari terpidana Arief Firdaus.

Baca: https://www.medianusantaranews.com/2022/02/10/agung-sebut-terpidana-arif-firdaus-berjanji-akan-buka-mulut/

Hal ini diingatkan lagi oleh Ketua PW GNPK RI Provinsi Sumatera Selatan, Aprizal Muslim, Senin (27/06/2022).

Menurut Aprizal pernyataan terpidana Arief Firdaus  itu merupakan sinyal kuat bahwa masih ada fihak lain yang diduga ikut terlibat atau ikut menikmati uang korupsi dana korupsi di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 itu, apalagi pernyataan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri PALI sendiri kepada media.

Karena, kata Aprizal tidak tertutup kemungkinan bahwa yang dikatakan terpidana Arief Firdaus itu adalah ada ” Aktor Intelektualnya ” dalam perkara korupsi di Sekwan PALI tahun 2017  itu.

” Kami cuma mengingatkan, agar pernyataan terpidana Arief Firdaus yang disampaikan melalui Kejaksaan itu jangan dianggap cuma ” pepesan kosong ” atau cuma ” omong doang (omdo) tanpa bukti, ” Ujarnya.

” Ngomong, akan buka mulut, berarti masih ada fihak lain yang ikut terlibat dalam perkara itu. Tapi kalau sekedar ngomong bisa jadi fitnah kepada oknum pejabat Kabupaten PALI yang tentunya berada diatas jabatannya ” Tambah Aprizal.

Lanjut Aprizal lagi, pernyataan Arief Firdaus itu, bila tidak bisa dibuktikan siapa oknum yang ia maksud, itu ironi atau menyembunyikan fakta yang sebenarnya.  Itu bisa menimbulkan bola liar, ngambang menimbulkan opini liar yang tertuju kepada oknum pejabat PALI lainnya, bahkan disinyalir bisa mengarah kepada Bupati Kabupaten PALI Ir H Heri Amalindo MM ” Imbuhnya

” Itu juga bisa menimbulkan preseden buruk Institusi Kejaksaan sendiri, mengingat itu sudah booming di pemberitaan media massa,” tukasnya.

Aprizal mengungkapkan lagi, pernyataan senada juga disampaikan DPO mantan Bendahara Sekretariat DPRD Kabupaten PALI Frans Wahyudi (FW) ketika berhasil ditangkap Tim Kejaksaan Negeri PALI di tempat persembunyiannya, di Desa Tanjung Raman, kota Prabumulih – Sumatera Selatan,Rabu (15/06/2022) baru baru ini.

” DPO tersangka Frans Wahyudi (FW) juga mengatakan hal yang sama, yakni akan buka bukaan terkait perkara dugaan korupsi dana di Sekretariat DPRD PALI tahun 2020 ” jelas Aprizal.

” Dua DPO perkara kasus korupsi di Sekwan PALI tahun 2017 dan tahun 2020, sudah mengeluarkan pernyataan yang sama akan buka – buka an, kami minta agar bisa dibuktikan, jangan omong doang tanpa bukti ” Harap Aprizal.

Baca: https://www.medianusantaranews.com/2022/06/16/frans-wahyudi-dpo-kasus-dugaan-korupsi-di-sekwan-pali-2019-tertangkap-di-kota-prabumulih/

Diketahui baru baru ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – (Kejari PALI) Provinsi Sumatera kembali berhasil menangkap DPO tersangka mantan Bendahara Sekretariat DPRD PALI dari tempat persembunyiannya, di Desa Tanjung Raman, kota Prabumulih – Sumatera Selatan,Rabu (15/06/2022).

Sebelumnya Kejaksaan Negeri PALI sudah lebih dulu menahan mantan Sekwan PALI Son Haji. Sedangkan mantan bendahara Sekretariat Dewan Frans Wahyudi setelah ditetap sebagai tersangka pada 9 Desember 2021 lalu berusaha kabur melarikan diri.

Dalam perkara ini, mantan Sekwan PALI, Son Haji dan mantan bendahara sekwan PALI Frans Wahyudi (FW), adalah dua tersangka dugaan korupsi dana di Sekretariat DPRD PALI, APBD PALI tahun anggaran 2020 yang merugikan negara hingga Rp 1,7 Miliar.

Tersangka FW ini ketika hendak ditangkap dipersembunyiannya di Kota Prabumulih, masih ingin mencoba melarikan diri. Sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka.

Tersangka FW mengaku semenjak kabur dari PALI, dirinya tinggal dan bersembunyi di Desa Tanjung Raman Kota Prabumulih.

Kepala Kejaksaan Negeri PALI Agung Arifianto, SH MH merasa sangat bersyukur atas keberhasilan ini. Karena ia menganggap keberhasilan ini berkat doa dari seluruh masyarakat Kabupaten PALI.

Pada perkara ini, Agung juga mengungkapkan setelah fihaknya mengintrogasi tersangka Frans Wahyudi (FW), tersangka berjanji akan buka bukaan terkait kasus korupsi dana di sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2020 itu. (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *