JALUR PIPA MINYAK MENTAH PT PERTAMINA BOCOR LAGI, MENTERI BUMN PERLU EVALUASI

Muara Enim
medianusantaranews.com

Mencari sumber minyak bumi bukanlah perkara mudah. Bahkan demi mendapatkan minyak dalam perut bumi hingga bisa menjadi bahan bakar yang kita nikmati sebagai bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina harus mengeluarkan biaya operasional yang bukan sedikit.

Namun mirisnya, setelah minyak bumi diperoleh, ada terkesan dibuang buang percuma lantaran sering terjadinya kebocoran jalur pipa minyak mentah milik PT Pertamina dimana mana karena korosi. Artinya masih banyaknya jalur pipa minyak mentah milik PT Pertamina yang sudah tidak layak pakai. Namun tetap dipaksakan dipergunakan.

Padahal PT Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang besar dan bergengsi, memiliki dana, sumber daya manusia (SDM), sarana serta berbagai pasilitas yang lengkap.

Kebocoran jalur pipa minyak mentah, bukan cuma menyebabkan kerugian bagi negara tapi juga merugikan dan membahayakan masyarakat di sekitar kebocoran karena tercemarnya lingkungan hidup.

Kali ini kebocoran jalur pipa minyak mentah PT Pertamina terjadi di wilayah dusun 3 Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel. Pristiwa ini diketahui pada Jum’at 15 Juli 2022 lalu.

Dari pantauan ke lokasi, akibat kebocoran jalur pipa minyak mentah PT Pertamina tersebut, sudah menimbulkan bau yang menyengat di aliran sungai Penipur didekat lokasi kebocoran. Hal itu di duga akibat oleh cairan atau zat bahan kimia campuran minyak mentah.

Jelas saja, akibat kebocoran itu sudah menyebabkan tercemarnya sungai Penipur yang berada di areal lokasi kebocoran. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang menggunakan air sungai itu.

Bukan cuma itu, akibat tercemarnya air sungai Penipur itu juga sangat berdampak negatif pada jenis habitat hewan maupun tumbuh tumbuhan yang ada disekitar kebocoran yang mati, seperti labi labi, kodok, belut dan ular sudah jadi bangkai membusuk dan mengapung.

Adamri, salah seorang pemerhati pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan, sangat prihatin atas seringnya terjadi jalur pipa minyak PT Pertamina mengalami kebocoran.

Menurut dia, kejadian itu diduga akibat kelalaian, mengingat PT Pertamina itu memiliki pegawai atau karyawan yang di gaji negara yang ditugaskan untuk mengawasi dan memantau jalur pipa minyak mentah milik PT Pertamina.

Seringnya terjadi Kebocoran jalur pipa PT Pertamina hingga sudah mengakibatkan pencemaran lingkungan terkesan hanya dianggap sepele. Padahal pencemaran, apalagi terhadap air sungai, itu berdampak sangat membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan dalam waktu yang cukup panjang.
Dimana minyak mentah yang memiliki campuran bahan kimia bisa terus mengalir dan meresap kemana mana termasuk ke sumber sumber air yang di konsumsi masyarakat.

Sedangkan penanganan kebocoran dari pihak PT Pertamina dinilai sangat tidak maksimal karena pembersihan yang dilakukan hanya yang bisa dilihat kasat mata.

Maka dalam hal ini, dirinya meminta kepada fihak yang terkait agar kejadian kebocoran jalur pipa minyak mentah bisa dilakukan pembersihan secara komprehensif, datangkan tim independen baik dari lingkungan maupun dari kesehatan untuk mengecek ke lokasi kebocoran sebelum pencemaran lingkungan semakin meluas, yang tentunya akan sangat membahayakan semua makhluk hidup bahkan lingkungan yang dialiri air sungai dan resapannya.

” Tolong datangkan tim independen untuk mengecek ke lokasi, jangan sampai pencemaran itu merugikan dan membahayakan masyarakat banyak, juga ekosistim di sana ,” ujar Adam.

” Kami sudah banyak menemukan dan mendokumentasikan kejadian kebocoran jalur pipa milik PT Pertamina baik di wilayah Kabupaten Muara Enim maupun di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan,” Terang Adam.

” PT Pertamina itu perusahaan milik negara yang notabene juga milik masyarakat Indonesia, jadi sangat wajar kita juga ikut menjaga pasilitas dan sarana serta mengawasi kinerja pegawai dan karyawan PT Pertamina,” paparnya.

Terkait seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah tersebut, dirinya sebagai masyarakat mendesak Menteri BUMN @erickthohir untuk mengevalusi kinerja oknum oknum PT Pertamina di wilayah setempat. Lakukan pembenahan, jangan sampai PT Pertamina mengalami kerugian yang lebih besar lagi karena perbuatan oknum PT Pertamina yang digaji negara, namun terkesan tidak terbebani rasa tanggung jawab.

” Kita mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevalusi kinerja pegawai dan karyawan PT Pertamina setempat,” katanya

Sementara itu terkait permasalahan ini, pihak PT Pertamina Prabumulih ketika dikonfirmasi melalui Manager Legal & Relations PT Pertamina Prabumulih, Tuti Dwi Padmayanti mengatakan dalam hal ini PT Pertamina EP Prabumulih Field sudah melakukan gerak cepat perbaikan pipa minyak dan gas (migas).

” Pertamina EP Prabumulih Field (Prabumulih Field) gerak cepat memperbaiki pipa yang mengalami kerusakan di GNK-94, Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim¬† pada Jumat (15/7). Sekitar pukul 12.00 WIB,” Tulisnya melalui pesan WA, Minggu (24/07/2022).

Lanjut Tuti, tim Prabumulih Field melaporkan kerusakan pada pipa dan segera mengambil tindakan untuk menghentikan aliran fluida hidrokarbon. Sekitar pukul 12.10 WIB, tim Prabumulih Field membendung aliran fluida dan memulai pembersihan menggunakan vacuum truck. Pukul 14.10 WIB, perbaikan pipa dan pembersihan area sekitar dinyatakan selesai.

Melalui dia, General Manager Zona 4 Agus Amperianto juga menyampaikan bahwa kerusakan diduga terjadi akibat korosi pada pipa penyalur migas. Prabumulih Field mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki bagian pipa yang rusak, pembersihan secara bertahap, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk pencegahan.

Dalam hal ini, Prabumulih Field terus menghimbau masyarakat untuk melaporkan jika terjadi kerusakan dan atau kegiatan mencurigakan di sekitar jaringan pipa migas. Selain itu, Prabumulih Field meminta semua pihak bekerja sama untuk mematuhi jarak aman minimum, berupa ruang terbuka antara pipa penyalur migas dengan tanaman sekitar yang dihitung dari sisi terluar pipa ke kiri dan ke kanan.

” Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman, serta ramah lingkungan dengan cara mematuhi semua peraturan yang berlaku,” Harap Tuti (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *