DIDUGA KARENA DILAPORKAN KAWIN LAGI DAN KDRT, OKNUM KADES TANJUNG KURUNG – PALI TALAQ ISTRINYA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com.

Enda Apriyani Binti Mulyanto (32th) Istri Kepala Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumsel sudah dua kali melaporkan suaminya oknum Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik ke Polres PALI.

Laporan Enda Apriyani yang pertama dilakukannya pada Senin (30/05/2022) lalu..Enda Apriyani melaporkan suaminya itu atas dugaan melanggar pasal 279 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu tentang (1) barangsiapa yang kawin sedang diketahuinya, bahwa perkawinannya yang sudah ada menjadi halangan yang sah baginya akan kawin lagi. Ancaman Pasal 279 ini adalah hukuman penjara selama – lamanya 5 tahun.

Surat tanda Terima laporan polisi dimaksud Nomor : STTLP/B-87/V/2022/SPKT/POLRES PALI/POLDA SUMSEL dan berdasarkan laporan polisi nomor :LP/B-87/V/2022/SPKT/RES PALI/POLDA SUMSEL,
hari Senin, (30/05/2022) lalu.

Belum tuntas kasus ini, Enda Apriyani kembali melaporkan suaminya itu ke Polres PALI untuk kasus yang lain, yaitu atas dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat 1 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam.Rumah Tangga.

Dalam Pasal 44 ayat 1, Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam Lingkup rumah tangga.

Pada Pasal 5, Larangan Kekerasan Dalam Rumah itu berbunyi Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara kekerasan fisik; kekerasan psikis; kekerasan seksual; atau penelantaran rumah tangga.

Sedangkan ancaman bagi setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004 Bab VIII Pasal 44 Ayat 1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

Laporan Enda Apriyani ini diterima Ba Unit IV Satreskrim Polres PALI Bripda Abdi Apri Ramadhani, Kamis (28/07/2022) sekira pukul 12.15 WIB, dengan bukti lapor Surat Tanda Terima Pengaduan Nomor : STTP/II/VII/2022/Satreskrim.

Dua kali melaporkan suaminya itu, berbuntut pada pemberian talaq oleh suaminya Taufik Bin Nurdin (40th) yang tiada lain Kepala Desa Tanjung Kurung. Surat talaq itu diterima Enda Apriyani pada Jum’at (29/07/2022).

Namun Enda Apriyani, yang masih istri sah Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung belum mau menanda – tangani surat talaq tersebut.

Karena menurut Enda, pemberian talaq itu sendiri disinyalir ada tujuan agar bisa terlepas dari dua kasus yang sudah dilaporkannya ke Polres PALI.

Namun kata Enda, Aparat Hukum (Polres PALI) lebih tahu mengenai hukum. Bagaimanapun oknum Kepala Desa Tanjung Kurung (suaminya) itu berusaha menghindar, tapi hukum tentu bakal menjeratnya.

Enda menegaskan, dua kali dirinya melaporkan perbuatan suaminya itu, posisi dia masih berstatus istri sah Kepala Desa Tanjung Kurung.

” Sudah dua kali saya melaporkan suamiku itu ke Polisi, dan sampai saat ini saya masih istri sah oknum Kepala Desa Tanjung Kurung,” ujar Enda, Minggu (31/07/2022).

” Masalah dia (oknum Kades) memberi saya talaq, itu perkara lain, karena ketika saya melapor, saya istri sah kades,” tegas Enda

Intinya, lanjut Enda, Polisi lebih tahu kronologisnya, kapan dirinya melapor dan kapan suaminya itu memberi dirinya talaq.

” Kepada aparat hukum Polres PALI, Saya mohon dua kasus laporan saya itu bisa ditangani secara serius, terapkan hukum yang berlaku di negeri ini, tanpa pandang bulu walaupun suaminya itu merupakan Kepala Desa,” Harapnya.

” Ini, juga untuk membuat pembuat pembelajaran dan efek jera bagi seorang Kepala Desa, agar tidak semena – mena memperlakukan istrinya setelah jadi Kepala Desa,” Denikian Enda (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *