DISINYALIR PENGERJAAN PROYEK COR BETON JALAN PURUN – TANAH ABANG KABUPATEN PALI TAHUN 2023 TIDAK IKUTI SPESIFIKASI

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan dibawah kepemimpinan Dr Ir H Heri Amalindo MM terus menggenjot pembangunan di berbagai sektor untuk memajukan Kabupaten yang baru berusia 10 tahun ini.
Salah satunya di sektor pembangunan sarana jalan dan jembatan. Sehingga daerah yang dulunya sarana jalan dan jembatannya sangat buruk itu, sejak dipimpin oleh Dr Ir H Heri Amalindo MM, daerah ini sudah sangat maju, yang mana pada saat ini sarana jalan dan jembatan sudah sangat baik. transportasi masyarakat yang notabene perputaran perekonomian masyarakat di Kabupaten PALI sudah sangat lancar.
” Terima kasih Pak Heri Amalindo, berkat kepemimpinan mu, akses jalan dan jembatan di Kabupaten PALI sudah sangat bagus,” ungkap Robin salah seorang warga Kabupaten PALI kepada media ini, Jum’at (12/05/2023).
” Kami ingin Pak Heri meneruskan kepemimpinan beliau, khususnya di Provinsi Sumsel pada pilgub 2024 mendatang,” harap Robin.

Namun disisi lain, sementara Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM dengan segala upaya dan upaya serta pemikirannya untuk memajukan Kabupaten PALI Disisi lain masih saja ada ditemukan dugaan kontraktor nakal dalam mengerjakan proyek jalan di Kabupaten PALI.

Hal itu sebagaimana hasil investigasi media ini di salah satu proyek jalan di Kabupaten PALI, Kamis, (11/05/2023.
Proyek jalan dimaksud adalah pekerjaan proyek cor beton jalan Desa Purun Kecamatan Penukal menuju ke Desa Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang, royek APBD Kabupaten PALI tahun anggaran 2023.
Hasil pantauan langsung dilapangan, proyek jalan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang ada didalam rencana anggaran belanja (RAB) proyek.
Ada dugaan kuat proyek jalan tersebut dikerjakan asal asalan.

Alasannya, karena pada pengerjaan proyek tersebut dari IP investigasi di lapangan, kontraktornya tidak menggunakan hamparan batu agregat untuk pondasi daya tahan jalan seperti pada proyek pengecoran pada umumnya.
Apalagi diketahui bahwa akses jalan desa Purun Kecamatan Penukal dari ke desa Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI merupakan akses jalan satu satunya milik Kabupaten PALI (bukan jalan perusahaan).
Akses jalan tersebut merupakan akses jalan utama yang sering dipergunakan warga sekitar, terutama untuk mengangkut hasil pertanian, mengangkut bahan pokok warga bahkan akses jalan terdekat bagi warga Kecamatan Abab, Kecamatan Penukal dan Kecamatan Penukal Utara untuk bepergian ke kota Prabumulih dan Palembang.
Tentunya dibutuhkan sarana jalan yang memiliki daya kekuatan pondasi yang memadai sesuai kelas jalan. Namun kalau menyimak proyek jalan yang sedang dikerjakan saat ini, warga tidak yakin hasil pekerjaan jalan tersebut bisa bertahan lama..
Demikian yang disampaikan Dodi (45th) salah seorang warga yang ditemukan media ini sedang berada dilokasi proyek.
Menurut Dodi pengerjaan proyek tersebut sangat berbeda dengan pengerjaan proyek jalan pada umumnya.
” Kenapa ya, pengerjaan proyek cor beton jalan ini berbeda dengan pengerjaan proyek cor beton Kabuoaten PALI ditempat lain,” ucap Dodi seraya menunjuk para pekerja proyek yang sedang melakukan pengecoran.
Lanjut Dodi, pada proyek cor beton jalan yang lain sebelum di cor semen dihamparkan dulu pondasi batu agregat serta dipadatkan. Namun pada proyek cor beton jalan Purun – Tanah Abang, tidak pondasi batu agregat, pelaksananya langsung saja mengecor semen.
Jelas Dodi lagi, proyek jalan itu, bukan cuma tidak diberi batu pondasi agregat, bahkan pelaksananya diduga tidak melakukan kegiatan persiapan lahan, perapian badan jalan serta pemadatan. Karena dirinya sebagai warga sekitar setiap hari ke lokasi proyek dan tidak nampak alat berat untuk melakukan itu, seperti pekerjaan proyek jalan umumnya,
” Pada proyek jalan ini, saya juga tidak melihat ada alat berat untuk melakukan persiapan, merapikan badan jalan serta pemadatan jalan,” Ungkap Dodi
Sambung Dodi lagi, dirinya yang suka keliling melihat pelaksanaan proyek jalan di Kabupaten PALI, biasanya dilokasi proyek pengecoran jalan ada alat berat untuk menyiapkan badan jalan, membuka dan merapihkan aspal – aspal yang pecah, selanjutnya sebelum di cor semen, ada menghamparkan pondasi batu agregat. Tapi pada proyek cor beton jalan desa Purun ke Tanah Abang, terlihat pelaksananya langsung saja mengecor semen dijalan dengan kondisi jalan seperti adanya.
” Bukan hanya itu, ketika melakukan pengecoran semen jalan, pelaksananya hanya memasang karpet di sisi kiri dan kanan jalan, tidak semua badan jalan di pasang karpet untuk memperkuat cor beton agar daya resap semen berkurang. Juga diduga¬†komposisi semen yang di digunakan di proyek jalan ini sangat muda,” bebernya
” Kami justru ingin mempertanyakan, apa memang begitu spesifikasi dan RAB pengerjaan proyek jala ini?,” Dodi mempertanyakan.
” Temuan kami itu, kami minta instansi yang terkait untuk mengecek langsung kelapangan. Dan kalau terbukti kontraktornya sudah berbuat curang, tidak melaksanakan sesuai RAB Proyek, kami sebagai sebagai masyarakat yang memiliki hak mengawasi penggunaan uang negara, minta kepada pihak instansi yang terkait, untuk menolak hasil pekerjaan proyek itu serta untuk tidak membayar proyek jalan tersebut,” paparnya menegaskan.
” Tolong mutu semen yang di cor dijalan itu di uji di laboratorium, karena kami duga semennya sangat muda” pungkasnya.
Sementara itu dari penelusuran media ini di lapangan tidak juga di temukan papan informasi proyek. Namun dari penelusuran awak media di halaman LPSE Kabupaten PALI pada APBD tahun 2023
Nama Tender : Peningkatan Jalan Desa Purun – Tanah Abang
Jenis Pengadaan : Pekerjaan Kontruksi
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum
Pagu : Rp. 3.000.000.000.00.,
HPS : Rp. 3.000.000.000.00,.
Nama Pemenang : CV. DIANA ANDALAS MANDIRI (Palembang)
Sedangkan Dinas PUTR Kabupaten PALI terkait permasalahan ini, belum di konfirmasi (AE)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *