Keberadaan Sampah Rumah Tangga Berserakan Dijalan Negara

Banyuasin,medianusantaranews.com- Keberadaan sampah rumah tangga yang terlihat berserakan dan mulai tersebar aroma tidak sedap menyengat saat tarik nafas ketika melintas disekitaran batas Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Entah kenapa lokasi itu dijadikan tempat pembuangan sampah, dari Pemerintah Desa Lubuk Karet sudah memberikan plang tanda larangan bagi masyarakat untuk membuang sampah dilokasi itu, tapi plang larangan itu tidak dihiraukan oleh orabg yang sudah kehilangan rasa malu dimukanya, ujar Sabil bukan nama aslinya saat berbincang dengan awak media ini (22/02/2024).

Dijelaskan Sabil, orang yang membuang sampah dilokasi itu kebanyakan warga yang dumisilinya tidak di Desa Lubuk Karet, melainkan orang yang dari luar Desa ini saat melintas entah warga mana sengaja membuang sampahnya dilokasi itu, tapi yang kena buruk dan busuknya masyarakat Desa Lubuk Karet, jelasnya dan berharap bagi petugas kebersihan dari Kecamatan atau Kabupaten segera bergerak cepat mengangkutnya.

“Kebersihan itu akan menciptakan diri yang sehat, tapi kalau lingkungan yang kotor dan kumuh itu akan mempercepat proses kematian”, ucap anak jebolan ponpes terkemuka di di Bumi Sedulang Setudung 6 tahun lalu.

Hal serupa juga diungkapkan Yusdalena, tumpakan sampah dan saat sudah ada bau yang menyengat dan lokasi kami yang sangat dekat, jika ada angin baunya sudah mulai tercium dan membuat sesak pernafasnya.

Imbas dari sampah itu lanjut Yusdalena meminta secepatnya petugas kebersihan memindahkan sampah itu yang mulai berserakan dan kondisi yang seperti itu apalagi ditepi jalan negara yang melintas orang Pulau Jawa ke Provinsi Aceh dan sebaliknya, tentu akan berkata dalam hati mengapa sampah beraoma busuk di biarkan berserakan, ulasnya sedih saat dihubungi wartawan via WhatsApp nya.

Diruang kerjanya saat ditemui wartawan Ali Azwan Kades Lubuk Karet dijelaskan pihak Pemdes dan BPD sudah membuat plang larangan lokasi itu dijadikan lokasi untuk pembuangan sampah.

Jika ada kesepakatan secara bersama-sama baik dari para tokoh masyarakat baik dari kalangan pemuda, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan BPD Lubuk Karet mengesahkan yang nekat membuang dilokasi diberi sanksi denda dalam satu kantong sampah didenda Rp 500 ribu, jika ketahuan membuang sampah dilokasi itu dan tidak pandang bulu melaksanakan hasil kemufakatan itu, mungkin dilokasi itu akan kembali bersih dan sehat, terang Kades.

Untuk itu pemberlakukan sanksi denda itu kita sosialisasikan terlebih dahulu melalui pemberitaan, agar masyarakat yang sudah membaca link beritanya mungkin akan menjadi perhatian dan kehatia-hatianya masyarakat yang mau membuang sampai dilokasi tersebut.

“Melalui pemberitaan yang dirilis oleh media Nusantara group ini mudah-mudahan masyarakat yang biasa buang sampai dilokasi menjadi sadar”, terang Ali Azwan menyudahi pembicaraanya.(MNN/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *