Musi Banyuasin,medianusantaranews.com- Curah hujan masih tinggi dalam dua pekan terakhir bulan Maret 2024 yang mengakibatkan merendam akses jalan kabupaten dari arah Desa Tegal Mulyo menuju Desa Sri Damai Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang lebih 1,5 kilometer dengan genangan air diposisi terendah saat ini setinggi dada orang dewasa.
Dampak dari genangan air itu aktivitas para pelajar asal Desa Sri Damai mencari amanya dengan meliburkan diri dari sekolahnya terutama bagi pelajar SMP dan SLTA yang kampusnya ada di Desa Tegal Mulyo A4 maupun di Karya Maju A1.
Sebaliknya bagi pengajar yang tugasnya di Desa Sri Damai atau sebaliknya untuk menjalankan tugasnya terpaksa harus menumpang perahu mesin ketek, sebab jika harus memakai jalan alternatif jarak tempuhnya selisih jauh hingga puluhan kilometer, ujar seorang guru berasal dari luar Desa Sri Damai.
“Beginilah nasib kami pak, kalau datang hujan deras airnya sampai menggenangi ruas jalan utama ini dan kami terpaksa menyatar perahu mesin ketek semacam ini setiap hari kerja, sebab jarak tempuh kami hanya 2,5 kilo meter saja. Sedang genengan air dijalan itu sejauh 1,5 kilo meter, jika menggunakan jalan alternatif memutar jauh puluhan kilometer”, ucap ibu guru yang meminta namanya tidak di sebut dalam pemberitaan di media ini sekaligus menutup ceritanya.

Via WhatsApp Kades Sri Damai ketika dihubungi, Darlin Basri mengatakan “sebenarnya masih ada jln alternatif lain yang menurutnya jln Sri Damai menuju Desa Mekar Jaya A3. Jalanya lumayan bagus, kalau untuk kendaraan roda 4 dan roda 2 tidak ada halangan untuk melintas.
Dijelaskan Kades, memang untuk jarak tempuhnya agak lebih jauh sedikit, tapi kalau pelajarnya memang nekad ingin belajar, ya kurasa gak apa-apa lewat jalan itu, tetapi mungkin berhubung pelajarnya yang mau meliburkan diri apa boleh buat. Memang jalan yang tergenang banjir itu lebih dekat jarak tempuhnya di banding jalan Sri Damai menuju Mekar Jaya, karena jarak dari Sri Damai sekitar 2,5 km untuk menuju ke SMP Desa Tegal Mulyo, untuk menuju ke SMA ke Desa Karya Maju jarak tempuh sekira 7 km termasuk ke SMKN yang di Sidorejo jarak tempuh sekitar 12 km.
Masih kata Kades, kalau jln alternatif Sri Damai menuju Desa Mekar Jaya memang lumayan jauh saya perkirakan untuk menuju ke SMP Desa Tegal Mulyo sekitar 16 km kalau ke SMA Karya Maju sekitar 13 km. Kalau ke SMK Sidorejo jarak tempuhnya dimungkinkan tak berselisih jauh dan jalanya sudah bagus, ungkap Kades menutup penjelasannya.
Warga Tegal Mulyo A4 yang tidak mau menyebut jatidirinya kepada wartawan media ini mengatakan sedang datang banjir seperti sekarang ini bagi warga atau pelajar yang memaksakan diri melintas di genangan air yang tinggi itu kwatir apabila ada buaya yang mendekat dikawasan itu, yang dikuatirkan lagi ada aliran listrik, sebab tiangnya terlihat miring dan kabalnya menyetuh dahan kelapa sawit, termasuk hanyut bagi pelajar yang tidak bisa berenang, sebab dengan kedalaman air sangat bahaya, katanya.(MNN/asta).
Editor : waluyo








