Penderita ISPA Banyuasin Meledak, Juli-Oktober 10.976 Orang

Banyuasin,medianudantaranews.com- Sebanyak 10. 976 orang yang menderita ISPA terdampak Kabut Asap terhitung dari Juli-Oktober 2026 dan sekarang ini kabut asap masih selimuti wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, bahkan kini kondisinya terlihat makin tebal hingga jarak pandang dan aktivitas masyarakat terganggu, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Kondisi tersebut membahayakan pengendara di jalan raya, juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia serta warga yang memiliki penyakit pernapasan.

Paparan asap membawa partikel halus dan berbagai zat pencemar masuk ke saluran pernapasan. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu mata perih atau berair, batuk, pilek, tenggorokan mengalami iritsi hingga sesak napas termasuk pada kulit gatal. Paparan yang lebih berat juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan gangguan pernapasan lainnya.

Warga Keluhkan Mata Perih hingga Gangguan Pernapasan

Keluhan warg dampak kabut asap disampaikan sejumlah warga yang sebut saja Mila, warga Srikembang Kecamatan Betung, menurutnya kondisi kabut asap ini membuat dirinya merasa tak nyaman ketika berkendara maupun melakukan aktivitas di luar rumah.

“Asapnya terasa semakin tebal. Saat berkendara, mata terasa perih dan jarak pandang terbatas. Kelamaan di luar rumah, napas terasa tidak enak dan tenggorokan juga mulai terasa terganggu. Kami berharap kondisi seperti ini segera ditangani karena masyarakat juga harus tetap beraktivitas,” ungkap Mila menutup perbincanganya.

Senada diungkapkan oleh Mbah Nur (73) warga Kelurahan Betung bahwa semenjak ada asap jalan 4 bulan ini mengaku aktivitasnya jadi terganggu. “Selama kemarau berlalu 4 bulan ini bukan kabut asap saja yang dikeluhkan orang, namun efek lain hilangnya mata air dan kekeringan dimana-mana serta berdebu, sehingga aktivitas Jani terganggu”, jelasnya.

Beliau berharap pemerintah dapat supaya cepat mengambil langkah pencegahan dan penanganan efek dari kabut asap dan kekeringan serta debu sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami berharap pemerintah terus mengambil langkah cepat guna mengurangi kabut asap, apabila sumbernya dari kebakaran hutan, kebun dan lahan. Masyarakat juga perlu diberikan informasi dan bantuan untuk mengantisipasi dampaknya. Kalau kondisi asap semakin pekat, anak-anak, lansia dan warga yang memiliki penyakit pernapasan tentu harus lebih diperhatikan,” pungkasnya.

Dinkes Banyuasin Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Mewakili Kadinkes, Kabid P2P Dinkes Banyuasin, Hj. Eni Diana, SKM, S.Keb, dirung kerjanya pada wartawan mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait kondisi kabut asap, mulai dari Pemerintah tingkat pusat hingga Kabupaten Banyuasin.

Yang menurut Dinas Kesehatan Banyuasin telah menindaklanjuti edaran tersebut dengan memberi imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, apabila tidak ada keperluan yang mendesak, agar kurangi aktivitas di luar rumah. Kabut asap itu mengandung partikel halus dan zat pencemar yang dapat ganggu kesehatan,” ujarnya.

Dia mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker serta mengenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari paparan panas terik matahari.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh.

“Apabila masyarakat mengalami gejala seperti batuk, pilek maupun sesak napas dan kulit gatal, segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Banyuasin Siaga 33 Puskesmas, Posko Gabungan Disiapkan

Dinkes Banyuasin juga melakukan penyuluhan melalui 33 puskesmas di wilayah Kabupaten Banyuasin terkait bahaya kabut asap, khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit asma.

Selain itu, Banyuasin ada posko penanganan dampak Karhutbunla di puskesmas dengan petugas atau PIC bisa dihubungi masyarakat secara langsung.

Penanganan juga dilakukan secara terpadu bersama BPBD, TNI, Polri dan Dinas Kesehatan melalui sejumlah posko gabungan, ada di Kecamatan Banyuasin III, Pulau Harimau, Rambutan dan Tanjung Lago, Tungkal Ilir serta Betung.

Meledak Hampir 11 Ribu Orang Terdampak ISPA

Data Dinas Kesehatan Banyuasin menunjukkan angka warga yang terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus jadi perhatian.

Pada Juli 2026 tercatat 2.830 orang kemudian meningkat menjadi 3.393 orang pada Agustus dan 4.493 orang pada September. Sementara pada awal Oktober hingga 9 Oktober 2026 tercatat 260 orang.

Jadi total kasus ISPA yang tercatat dari Juli hingga 9 Oktober 2026 mencapai 10.976 orang.(MNN/luy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *