Pemasangan Pipa Gas Pt. Pertagas Meresahkan Masyarakat

Banyuasin,medianusantaranews.com- Jhon Tomang (43) salah satu dari warga yang berani berkomentar dengan wartawan (22/10/2018) dikediamannya yang kena dampak dari proyek pemasangan Pipa Gas disepanjang ruas jalintimsum Simpang Gas Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin hingga wilayah Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sampai perbatasan dengan Kodya Palembang Sumatera Selatan ini.

Dalam perbincanganya Tomang mengaku aktivitas usahanya mengalami penurunan omset secara dratis, karena lantai dirumah usahanya mengalami keretakan terdampak saat dilakukan pemasangan pipa gas milik Pt. Pertagas.

” Kalau masalah kerusakan lingkungan yang terdapat disekitar rumah tinggalnya seperti rambu lalulintas, draenase, pagar rumah, terakhir dinding rumah bahkan terputusnya jaringan telekomunikasi maupun listrik dalam tanah itu tidak begitu disoal, karena itu proyek punya negara, tetapi dengan rusaknya jaringan pengadaan air bersih dari PDAM yang selama sudah dinikmati manfaatnya yang terdampak proyek jangan dianggap sepele, sebab air itu merupakan kebutuhan hidup manusia”, ucap Tomang dengan nada kesal.

Tomang menambahkan, masalah air bersih itu kebutuhan pokok dan selama ini sumber mata air bersih dari PDAM dan sumber alam dari sumur gali turut rusak dan tercemar dan tidak ada solusi cepat dari pihak pekerja kontraktor, berarti akan membunuh secara perlahan bagi warga yang terdampak pemasangan Pipa Gas yang manfaatnya belum bisa dimanfaatkannya.

” Sekarang jaringan air bersih dari PDAM Tirta Betuah rusak tidak dapat mengeluarkan air bersih lagi dan sumur miliknya terisi limbah lumpur dari dampak pemasangan Pipa Gas dan konon katanya akan disuplay air bersih selama belum ada perbaikan dan pembersihan limbah dalam sumurnya, tetapi mana yang buktinya sampai ini hanya omong kosong”, kata Tomang dengan nada kecewa.

Masih kata Tomang, kalau itu proyek negara dan untuk masyarakat, tentu harus dikerjakan dengan profesional, bukan malah amburadul seperti terlihat sekarang ini, bukan yang sudah ada dan sudah dinikmati masyarakat justru dirusak begitu dan tidak jelas penyelesaiannya, apa para pekerja proyek itu bukan manusia dan kemana lagi kami sebagai warga yang terdampak mau mengadu.

Untuk itu Tomang berharap kepada Bupati dan wakil Bupati Banyuasin H Askolani dan H Salmet Somosentono kedepan bisa lebih baik dan mampu memberikan solusi kepada permasalahan yang dirasakan warganya yang terdampak Proyek Negara yang membuat menderita, ungkapnya.

Terpisah, dihalaman parkir terminal Betung Andri (42) pengemudi truk ekspedisi Jakarta-Jambi juga mengaku kesal setiap memasuki wilayah Kabupaten Banyuasin dan sebagian wilayah Musi Banyuasin, karena selalu terkena dampak macet. “Ini saja dari Palembang berangkat pukul 08.00 wib sampai di terminal Betung sudah pukul 12.00 wib, andaikata saya ini sopir taksi ada penumpang yang sakit mungkin bisa meninggal diperjalanan”, kata Andri polos.

Warga Tempino Jambi ini mengaku kesal jika mulai memasuki wilayah Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin hingga kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, selain ruas jalan mulai banyak yang rusak diduga kuat terdampak dari pemasangan Pipa Gas juga sering mengalami kemacetan sampai mengular hingga puluhan kilo-meter ditambah banyak pungli, tutpnya.

Pantauan media ini, yang terdampak dari pemasangan Pipa Gas disepanjang ruas Jalintimsum Palembang-Jambi itu selain yang diuraikan warga juga ada kerusakan jalan negara pun terlihat dan menambah deretan panjang ketidaknyamanan bagi pengguna jasa transportasi jalan darat di Sumatera Selatan saat ini.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Markos Surya Pinem saat diminta konfirmasinya melalui BKO Lantas Polres Banyuasin Iptu Marwijaya mengatakan, sesuai kesepakatan bahwa aktivitas perusahaan itu mulai dilaksanakan dari pukul 23.00 s.d pukul 05.00 wib setiap harinya.

Jika perusahaan tersebut nekat melakukan aktivitas diluar waktu yang sudah disepakati bersama, artinya perusahaan itu mengkakangi hasil kesepakatan bersama dan tetap akan kita beri tindakan, maka tidak bisa main-main perusahaan itu, karena aktivitasnya tepat ada di jalur lintas jalan negara, pungkasnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *