Banyuasin,medianusantaranews.com- Truk bernopol BG 8035 BC yang disopiri Koko (31) warga Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin sekira pukul (25/6/2019) lagi terbilang. Pasal truk yang dia sopiri yang sedang mengabgkut pasir dari Bailangu tujuan ke Sungai Lilin itu nyungsep kedalam siring depan SDN 12 Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.
Keterangan Koko, mengaku sebelum kejadian laka tunggal yang dialami akibat ada pengendara roda dua berusaha menyalipnya. Menghindari pengendaraan itu akhirnya truk yang disopiri lepas kendaki yang kemudian nyungsep disini.
Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa, tetapi barang muatan berupa Pasir yang diangkut dari Desa Bailangu Kecamatan Lais Muba tumbah berhamburan dan kendaraanya mengalami kerusakan dibagian sebelah kiri.
” Ya kejadian tadi itu saya berusahaan menghindari pengendara roda dua yang berusaha menyalip dan saya berusaha membelokan stir kearah kiri, ternyata Berm jalan terlalu tinggi, sehingga tak dapat saya kendalikan lagi ditambah bermuatan berat dijalan menikung pula”, terang Koko seraya menambahkan pasir itu diambil dari Desa Bailangu hendak dibawa ke Sungai Lilin.
Ditempat yang sama beberapa pekan sebelumnya terjadi laka truk bermuatan buah salak dari Jawa tujuan ke Medan nyeruduk Tiang Rambu Jalan yang menyebabkan buah salak yang diangkutnya tumpah berhamburan dan alasan sang pengemudinya juga menghindarai kendaraan yang handak menyalipnya.
Informasi yang dihimpun dari warga setempat dilokasi kejadian memang jalan menikung di Depan Pemakaman Sribumi itu hampir setiap minggunya ada saja kecelakaan, tetapu kejadian beberapa kali ini tidak ada korban jiwa, tetapi kalau tahun lalu setiap ada laka pasti ada korban jiwanya.
Masih kata Abang Ojek yang enggan disebut namanya itu menambahkan, selain dijalan depan Kuburan Tua di Kecamatan Betung terkenal Angker juga efek dari tingginya Berm ruas jalintimsum ditambah posisi jalan bertebing dan menikung serta tidak adanya rambu jalan disekitar lokasi, ungkapnya.
Ditempat yang A Gani pegawai di Kantor Korwil Diknas Kecamatan Betung saat kejadian sempat kaget, karena terdengar suara benturan keras, maka sempat berlari dari kantornya kalau terjadi sesuatu dengan gedung sekolah.
Masih menurutnya, untuk ada siring dan pagar ini, andaikata dalam posisi terbuka mungkin saja truk itu bisa langsung terabas kegedung sekolah dan siswa sedang berada didalan kelasnya, jelasnya.(Waluyo).








