LIMBAH TANAH PROYEK PIPANISASI PDAM DI MUARA ENIM KOTORI LINGKUNGAN WARGA,PIHAK KONTRAKTOR TIDAK BERGEMING

Muara Enim
medianusantaranews.com

Walaupun ditengah pandemi covid – 19 namun pelaksanaan proyek pipanisasi PDAM dikota Muara Enim sudah lama berlangsung. Dan hal ini disambut baik warga Kota Muara Enim karena tujuannya untuk memaksimalkan pelayanan kepada konsumen PDAM Lematang Enim.

Namun sayangnya dalam pelaksanaan proyek ini sangatlah dikeluhkan warga yang dilalui proyek pipanisasi, masalahnya pelaksanaan pekerjaan galian tanah yang dilakukan oleh para pekerja sangatlah tidak rapih.

Pantauan media ini langsung kelapangan. Nampak gundukan tanah liat galian memenuhi sisi jalan raya dan didepan rumah warga, bahkan memenuhi saluran drainase didepan pemukiman warga.

Parahnya lagi akibat gundukan tanah galian proyek pipanisasi PDAM ini, juga sangat mengganggu aktivitas lalu lintas umum dijalan raya dan keluar masuk warga ke kediamannya. Apalagi bila hujan turun, limbah tanah liat galian tersebut menghambat lancarnya air di drainase, mengotori jalan, sehingga jalan aspal jadi licin dan sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Apakah tekhnis pelaksanaan proyek pipanisasi PDAM tersebut memang begitu, tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat galian tanah liat yang memenuhi lingkungan warga.

Juga sejauh ini, pelaksanaan proyek pipanisasi PDAM tahun 2020 yang sudah berjalan sekitar sebulan tersebut, belum diketahui, apakah itu proyek APBD Kabupaten Muara Enim, Proyek APBD Provinsi atau proyek APBN. Karena tidak ditemukan papan informasi proyek, sehingga kesulitan mendapatkan informasi. Namun yang pasti dari hasil pantauan,,pekerjaan proyek pipanisasi PDAM tersebut sangat tidak rapih.

Seperti yang dishare akun facebook DF, dia sangat mengeluhkan pekerjaan proyek pipanisasi PDAM tersebut.

Melalui status facebooknya dia meminta tolong kepada pihak pelaksana proyek pemasangan pipa PDAM di sepanjang jalan veteran/petrosia, yang kabarnya kontraktor dari palembang. Mereka warga Pasar 1 Muara Enim dengan sangat, meminta agar bisa melakukan penyemprotan sisa tanah galian pemasangan pipa PDAM yang ukuran 10 inc tersebut. Karena sangat rawan kecelakaan apa lagi sesudah hujan, khususnya bagi kendaraan roda dua (motor) dan sudah ada yang jadi korban kecelakaan.

Senada juga disampaikan akun facebook Ahmad Devi Maulidi. Diakun facebooknya mengeluhkan limbah tanah liat galian proyek pipanisasi PDAM yang memenuhi lingkungannya. Dia menulis status kalau dia mohon maap, bukan dia tiak mendukung pembangunan. Cuma galian pipa PDAM di Jalan Petrosia depan rumahnya, ampun nian, tidak bisa lagi mau berjalan. Tanahnya numpuk nian sampai pinggir pagar.

” Habis hujan seperti ini, tiap hari nyuci mobil, bukan perhitungan, ditambah lagi tanah masuk rumah, karena mobil mau lewat, minta ampun nian sudah 2 minggu ini, kalau bisa dipercepat, atau mau bagaimana ” Tulisnya.

” Kami jadi susah mau berkendara, apalagi hujan, tiap hari nyuci mobil, mohon maaf kalau ada yang tersinggung, kalau bisa minta dipercepat,,mau keluar masuk mobil susah ” Ungkapnya.

Sementara itu terkait hal ini, pihak PDAM Lematang Enim yang dikonfirmasi melalui Jon mengatakan Kalau proyek pipanisasi PDAM tersebut dari Propinsi, papan proyeknya infonya ada di WTP Pelitasari, Dia juga akan menyampaikan keluhan ini ke pihak pelaksana.

Sedangkan pihak kontraktor, Nazom ketika dikonfirmasi melalui nomor WA nya, Rabu (17/06/2020), hingga beria ini tayang tidak memberikan respon (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *