Masyarakat Sumsel wajib berwaspada terhadap Karhutla, dikarenakan jumlah hotspot meningkat
Medianusantaranews.com, Palembang-Menguadapi datangnya musim kemarau tahun 2021 ini Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs Supriadi.MM, Jumat 28/05/2021 yang lalu mengatakan sebentar lagi wilayah provinsi ini dan sekitarnya memasuki musim kemarau yang biasanya ditandai kebakaran hutan dan lahan.
Untuk menghadapi hal tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya di Polda Sumsel sebagai bentuk dan tanggungjawab tugas dalam menghadapi Karhutla di Provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu terpantau dari 1 Januari hingga 28 Mei 2021 terdapat 333 titik hotspot pun itu masih bisa bertambah.
Berdasarkan data sementara, dari 10 kabupaten/kota yang memiliki potensi terjadi karhutla itu terdapat di Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara.
Langkah yang diambil untuk menanggulangi karhutla adalah dengan kesiapan Polda Sumsel dengan menggelar perlengkapan, kendaraan serta personel Satgas Karhutla sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan/kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api, terang Supriadi.
Selain itu, pihaknya juga akan lakukan penyebaran maklumat berisi larangan membakar lahan dan hutan pada musim kemarau, sosialisasi dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Sumsel.
Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla, pihaknya juga bersinergi dengan berbagai instansi juga BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, Babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah.
Agar pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat jalan maksimal, sehingga Sumsel dapat terhindar dari bencana kabut asap yang dapat menimbulkan gangguan berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Data Dinas Kehutanan Sumsel dari pantauan satelit LAPAN, telah mencatat jumlah hotspot sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2021 mencapai 333 titik di seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Lubuk Linggau dan Palembang.
Jumlah hotspot pada periode 1-27 Mei 2021 mencapai 134 titik, lebih tinggi dibanding periode April sebanyak 122 titik, Maret 2021 (49 titik), Februari 2021 (17 titik) dan Januari 2021 (11 titik).
Wilayah OKI paling banyak ditemukan hotspot, 76 titik, disusul Musi Banyuasin 43 titik, Lahat 42 titik, Banyuasin 38 titik, PALI 37 titik, Musi Rawas 25 titik dan (OI) Ogan Ilir ada 17 titik.”Memang ada peningkatan sedikit, tapi masih aman,” kata Ansori Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel.
Namun salah satu hotspot di Ogan Ilir menimbulkan kebakaran lahan seluas dua hektare di sisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) KM 15 Desa Sri Banding pada Rabu malam (26/5).
Kebakaran lahan tersebut berlangsung selama 5 jam dan berhasil dipadamkan tim gabungan TRC BPBD Ogan Ilir, Manggala Agni, Polres Ogan Ilir dan masyarakat peduli api Desa Sri Banding dan Kebakaran itu terjadi di area semak belukar lahan gambut, tambah Ansori.
Personel satgas diminta bersiaga dan masyarakat diminta waspada dengan kondisi cuaca kering yang mulai melanda sebagian wilayah di Sumsel seiring masuknya musim kemarau, tukas dia.(mnn/waluyo)








