#Giat Koramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali di Ponpes Hidayatul Ummah#
Boyolali,medianusantaranews.com- Giat Babinsa dari Koramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali bersama pengurus Ponpes Hidayatamul Ummah serta para santri dan masyarakat menggelar Nobar Film G 30 S PKI di area Ponpes Hidayatul Ummah Dukuh Kadirejo Rt 01 Rw 02 Desa Sempulur Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali Jawa Tengah Jum’at malam (30/9/2022).
Acara nonton bareng (nobar) dengan antusias ratusan warga masyarakat dan para santri pondok pesantren Hidayatul Ummah yang mana sengaja diputarnya film G-30 S dengan layar lebar dalam satu Vidio tron yang berdurasi cukup panjang yang ditonton secara bersama, film yang sengaja diputar ini suatu bagian dari menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menekan perkembangan komunisme, sehingga generasi muda juga tau tentang kekejaman orang-orang yang tidak punya hati nurani dan perasaan pada sesamanya.
Babinsa Koptu Sumanto mengatakan bahwa pemutaran Film G 30S PKI dilakukan guna memberikan wawasan bagi para generasi muda. Khususnya, bagi pelajar sebagai penerus tongkat estafet perjuangan para pejuang yang telah mempersembahkan jiwa raga demi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Salah satu peristiwa sejarah yang berharga jangan sampai terlupakan oleh generasi muda karena hal tersebut apabila terulang lagi maka yang rugi bukan lagi perorangan atau kelompok namun Negara karena akan mengalami kemunduran dalam persaingan dengan Negara berkembang untuk menjadi Negara maju.
Sudah menjadi harapan kita semua, generasi muda harus menjadi generasi yang bijaksana dan mumpuni dalam persaingan tingkat Nasional maupun Internasional, dengan demikian bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjelma sebagai Negara Maju dengan kwalitas sumber daya manusia yang disegani Dunia Internasional.
Pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Hidayatul Ummah Ust. Tamin Syafuddin, sengaja mengadakan nonton bareng dan memutar film G-30 S ini bermaksud agar masyarakat khususnya para pemuda pemudi penerus tau akan sejarah keberingasan PKI yang tidak ada rasa peduli dengan membantai para Ulama’ jenderal TNI dan warga di indonesia,”jelasnya.
“Ustd Tamim Syafuddin menambahkan, acara nonton bareng ini diagendakan disetiap tanggal 30 September agar masyarakat tidak melupakan sejarah dan peristiwa kelam itu. “Imbuhnya.
Dengan diputarnya film Gerakan 30 September ini tujuan utama kita tentu menjaga persatuan dan kesatuan, yang mana film ini mengingatkan masyarakat semua tentang sejarah agar tidak terulang kembali dimasa kelam.

Dilokasi yang sama semalam usai nobar, pada pagi harinya dihalaman Pondok Pesantren Hidayatul Ummah juga digelar upacara peringati Hari Kesaktian Pancasila diikuti kurang lebih 150 orang.
Danramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Dahkri Oskandar yang hadir sebagai Inspektur Upacara menyampaikan “kita sebagai penerus bangsa, dengan kita peringati Hari Kesaktian Pancasila, demi tetap tegaknya dan saktinya Pancasila sebagai Idiologi Bangsa Indonesia atas upaya Komunis PKI melakukan pemberontakan yang pada puncaknya terjadi tanggal 30 September 1965 yang lebih dikenal dengan “G30SPKI” dengan menculik, menyiksa dan membunuh para Jendral terbaik TNI”.
Semoga kegiatan ini dapat mengingat dan menambahkan pengetahuan tentang sejarah bagi para generasi muda dan para satri lebih memahami sejarah yang selama ini telah terjadi. Dengan di laksanakan upacara ini diharapkan para generasi muda dan para Santri lebih memahami sejarah kelam yang terjadi di NKRI. Idiologi kita adalah Pancasila karena kita memiliki keberagaman suku bangsa dan agama . Sejarah jangan dilupakan dan generasi pemuda wajib mengetahui sejarah yang sebenarnya”, lanjut Danramil.
Kesempatan itu Ustad Tamim Syafiudin Penguru Ponpes Ponpes Hidayatul Ummah mengucapkan terima kasih Kepada Bapak Danramil Karanggede yang telah bersedia hadir dan menjadi Inspektur upacara dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila,di pondok Pesantren.
Kami selalu mengajak para santri untuk mencintai NKRI.dan menetang yang ingin mengubah ideologi Pancasila, karena Pancasila adalah Dasar Negara kita yang kuat dan Sakti, bahkan dalam Pancasila sudah ada kandungan sila-sila yang di buat oleh para Ulama dan Tokoh Agama yang lain berkumpul untuk merumuskan Pancasila, tutupnya.(MNN/Agus).








