Banyuasin,medianusantaranews.com- Pasca Lebaran Idhul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 Masehi ada 2 fenomena di Simpang Tiga Tugu Polwan Betung jadi perbincangan tentang arus lalulintas mengalami kepadatan armada arus balik dan padat merayap bahkan terjadinya kemacetan.
Lain itu di wilayah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang lebih santer lagi jadi perbincangan oleh warga mengenai tumpukan sampah yang telah menyebarkan aroma busuk terdapat depan ruko di sepanjang jalan Negara, baik dari arah Palembang-jambi atau sebaliknya dan Palembang-sekayu atau sebaliknya.
Mengenai kepadatan kendaraan pasca Lebaran Idhul Fitri 1446 H di Simpang Tiga Taman Betung Kota terantisipasi dengan adanya petugas terlihat stand by dilokasi dan belum diberlakukan armada angkutan barang berat melintas, hingga arus lalulintas masih bisa dikendalikan, tapi tidak bisa dianggap enteng pengaturan arus kendaraan dari tiga arah, terang Dian kepada wartawan media ini (06/04/2025) beberapa saat yang lalu.
Dia berharap pengguna jasa jalan pada saat arus balik supaya lebih mentaati aturan lalulintas, jangan saling serobot jalur ketika terjadi kepadatan lalin di Simpang Tiga Taman Betung Kota tersebut.
Menurutnya, kepada petugas agar humanis memberikan pelayanan yang nyaman pada para pemudik dalam perjalanan arus balik yang melintas dilokasi titik kemacetan, tutupnya.
gambar ilustrasi
Bertepatan waktu yang sama di lokasi berbeda terkait adanya tumpukan sampah didepan ruko miliknya mulai nyebarkan aroma menyengat, keluh “Br” (34) ketika berbincang dengan awak media ini.
Entah mengapa sejak H-3 hingga saat ini belum terlihat ada petugas terkait untuk mengangkut sampah yang mulai menggunung, padahal tiap bulan rutin bayar retribusi.
“Wajar kalau saat ini usai lebaran, tumpukan sampah di Betung viral dalam berita”, tukasnya.
Sangat disayangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Banyuasin, Sazili via WhatsApp diminta konfirmasinya terkait adanya tumpukan sampah di Betung dan sudah menyebarkan aroma busuk itu hingga beritanya ditayangkan di media ini tak ada jawaban.(MNN/waluyo)








