Hadiri Maulid Nabi, Firdaus Hasbullah Harapkan Doa Para Kiyai Dan Ulama Untuk Kemajuan PALI.

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, SH MH meminta doa dari para ulama dan kiai agar Kabupaten PALI lebih maju kedepan, meskipun saat ini kondisinya memrihatinkan menyusul pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 500 miliar dari Rp1,5 Trilliun dari Pemerintah Pusat.

Permintaan tersebut disampaikan Firdaus Hasbullah, SH, MH dalam sambutan memperingati Maulid Nabi di Pondok Pesantren Baitussalam, Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Minggu (09/10/2025).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah SH MH Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Minggu (19/10/2025)

“ Doa dari para kiyai dan ulama ini sangat penting sebagai kekuatan spiritual untuk kemajuan Kabupaten PALI kedepan,” ucap Firdaus.dihadapan Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin KH. Nur Salim Habibi, S.Ag dan Ustadz Adi Al Ghifari Al Hafidz, Pimpinan Pondok Pesantren Baiatussalam.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dukungan dan do’a dari Alim Ulama, Para Kiyai dan Tokoh Tokoh masyarakat Kabupaten PALI akan menjadi dukungan spritual.

Ia Berharap agar doa tersebut bisa diijabah oleh Allah SWT, sehingga Kabupaten PALI bisa terhindar dari berbagai kesulitan dan akan melaksanakan pembangunannya untuk kemajuan Kabupaten PALI kedepan.

” Dengan adanya dukungan dan doa dari para Alim ulama, para kiyai dan tokoh-tokoh masyarakat PALI, maka menjadi dukungan spiritual, karena apapun usaha kita tanpa doa dan restu Allah SWT maka itu tidak ada artinya,, bahkan bisa mustahil” tegasnya.

Pada kesempatan ini, mantan aktifis 98 ini mengungkapkan berbagai program seperti pendidikan dan kesehatan yang dampaknya nanti bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten PALI termasuk pondok pesantren.

Tak hanya itu, dalam momentum maulid Nabi Muhammad SAW, ,Firdaus Hasbullah juga mengajak para jemaah yang hadir untuk meniru Akhlak Nabi yang bukan hanya untuk dibaca dalam kitab, akan tetapi untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari hari termasuk salah satunya sikap lapang dada dan kasih sayang.

Dikatakan Firdaus, yang terjadi saat ini, bukan karena kurangnya ilmu dan teknologi, tapi adanya ketidak seimbangan antara ilmu dan teknologi dengan akhlak, adab, kesantunan dan kelembutan hati.

“ Zaman kita hari ini bukan kekurangan ilmu. Kita punya teknologi, koneksi, dan kemajuan. Tapi yang sering hilang adalah sentuhan akhlak — adab, kesantunan, kelembutan hati,” ujar Firdaus.

Dan yang tidak kalah pentingnya, pada momentum Maulid Muhammad SAW ini bukan hanya perayaan, tapi pengingat arah agar senantiasa menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari hari. (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *