#Armada angkutan batubara PT. Baturona Bebas Lintas di Jalan Nasional Desa Sukamaju#
Palembang,medianusntaranews.com- Kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintimsum) dari Dusun Sedompo Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin hingga Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan kini kondisinya masih parah, bahkan nyaris memakan korban jiwa, terkesan dari pihak Balai Besar Sumsel menutup mata dan kini menjadi perhatian para pengguna jalan.
Yang kini permukaan aspal mirip rel kereta api ada di Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin ada yang mirip anakan gunung juga ada seperti paret dan di wilayah Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat Musi Banyuasin kini masih terlihat seperti paret memanjang yang kondisinya bisa mengancam keselamatan kepada pengendara terutamanya kendaraan roda dua (R2).
Warga setempat menyebutkan bahwa kondisi ruas jalan nasional itu menyerupai rel kereta api, ada bekas roda kendaraan angkutan berat yang membuat kondisi jalannya seperti paret yang cukup dalam di sepanjang badan jalan.
Beliau setiap beraktivitas satu-satunya jalan melintasi jalur itu dan kini kondisi jalan itu semakin sulit dilalui. Bahkan pengendara R2 sering terguling juga ada yang nyaris dilindas kendaraan dari lawan arah juga kendaraan yang berada dibelakangnya.
Alimun Hakim Kades Sukamaju yang sempat berbincang dengan wartawan ketika itu dikatakan memang benar jalan negara yang ada didesanya terdapat kerusakan yang lumayan parah mulai lepas dari Kantor Desa hingga SPBU.
“Kalau kecelakaan terjadi dijalan itu memang sering, namun kalau sampai meninggal dunia belum terdengar”, katanya.
Ditempat terpisah, Vian (41) sopir ekspedisi yang sedang mengantri BBM di SPBU Sedompo Betung kepada wartawan mengatakan kendaraan yang disopiri pernah di Tumbur dari belakang di depan SMPN 1 Betung yang kondisi jalan aspalnya berbukit.
Masih menurutnya sebulan yang lalu juga pernah disodok tronton di jalan yang mirip rel kereta api di Sukamaju.
“Sudah susah mendapatkan BBM solar bersubsidi 2 bulan ini 2 kali mobilnya di tabrak kendaraan dari belakang. Herannya ada apa Pemerintah tak cepat perbaiki”, ketusnya.
Masyarakat berharap dalam hal ini Balai Besar Sumatera Selatan segera lakukan perbaikan di jalan yang mengalami kerusakan agar tidak mengancam keselamatan pengguna jalan.
Jika dibiarkan dan tidak cepat dilakukan perbaikan mengingat Jalintim Betung-Sungai Lilin ini bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, sedangkan ruas Jalintimsum ini merupakan jalur logistik juga merupakan mobilitas masyarakat antar pulau.
Sementara ruas Jalintim Betung-Sungai Lilin setiap hari dilintasi berbagai jenis kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang dan kendaraan bertonase besar.
Parahnya kerusakan Jalintimsum Betung-Lilin itu dalam dua tahun terakhir selain bertambahnya volume kendaraan berat yang melintas juga adanya proyek Jalan Tol yang armadanya bertonase di duga melebih kwalitas jalan itu di tambah masih adanya kendaraan khusus angkutan batubara yang bebas lintas lewat jalan nasional dari Pusat penambangan yang melintas dari Desa Letang dan Desa Sukamaju menuju dermaga Batubara.
Kabarnya armada angkutan Batubara Pt. Baturona hingga saat masih bebas lintas di jalan negara di Desa Sukamaju ada komitmen akan melakukan perbaikan jalan negara yang dilintasi jika terdapat kerusakan, buktinya hingga kini kondisi kerusakan jalan negara justru makin parah.
Beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Besar Sumsel juga pihak management PT Baturona. (MNN/Tim)
Admin : waluyo








